Ketagangan di Timur Tengah, Trump Minta Israel Tidak Membalas Serangan Iran
SOROTMATA.ID – Ketegangan antara Islamic Republic of Iran dan Israel kembali meningkat setelah rangkaian serangan rudal dan respons militer yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Situasi memburuk setelah Iran meluncurkan sejumlah rudal ke wilayah Israel, yang oleh Teheran diklaim sebagai bagian dari respons terhadap operasi militer sebelumnya di kawasan yang melibatkan kepentingan Iran dan sekutunya. Serangan tersebut memicu sirene peringatan di beberapa wilayah Israel dan meningkatkan status siaga militer.
Terkait hal ini, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut akan segera menelepon Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk mendesaknya agar tidak membalas serangan rudal yang diluncurkan Iran ke wilayah Israel.
Langkah tersebut menunjukkan upaya Trump untuk mencegah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa bulan terakhir kembali memanas.
Dalam pernyataannya kepada Axios, Trump menegaskan bahwa dirinya ingin menghentikan siklus serangan yang berpotensi memicu konflik lebih luas.
“Saya akan menelepon Bibi (Netanyahu) sekarang dan memberitahunya untuk tidak membalas,” kata Trump kepada Axios.
Trump menilai bahwa kedua pihak telah melakukan aksi militer dan tidak perlu menambah ketegangan dengan serangan lanjutan.
“Masing-masing dari mereka bersenang-senang. Israel melakukan serangannya dan Iran juga melakukan serangannya. Kita tidak memerlukan serangan lain,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke Israel pada Minggu (7/6), yang menjadi serangan langsung pertama sejak gencatan senjata yang mulai berlaku pada April lalu.
Serangan Iran Picu Kekhawatiran Baru
Serangan rudal Iran memunculkan kekhawatiran bahwa stabilitas yang sempat tercipta melalui gencatan senjata dapat kembali runtuh. Meski laporan awal menyebut serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa itu tetap meningkatkan risiko terjadinya konfrontasi yang lebih besar antara kedua negara.
Trump mengaku khawatir serangan tersebut dapat menghambat proses diplomasi yang saat ini sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, respons militer dari Israel hanya akan memperpanjang konflik yang selama ini sulit diselesaikan.
“Serangan Iran tidak melukai siapa pun. Mudah-mudahan Israel tidak akan membalas. Jika Bibi menyerang balik, maka hal ini akan terus terjadi seperti 47 tahun terakhir, atau 3.000 tahun terakhir,” kata Trump.
Pernyataan itu mencerminkan pandangan Trump bahwa aksi balas-membalas tidak akan menghasilkan solusi jangka panjang bagi kawasan.
Negosiasi AS-Iran Dinilai Hampir Mencapai Kesepakatan
Selain mempertimbangkan aspek keamanan regional, Trump juga menaruh perhatian besar pada proses perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menyebut kedua pihak saat ini berada sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan yang dinilai dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas kawasan.
Trump menegaskan bahwa dirinya tidak ingin perkembangan terbaru di lapangan merusak peluang tercapainya kesepakatan tersebut.
“Kami sangat dekat dengan kesepakatan akhir dengan Iran. Ini akan menjadi kesepakatan yang bagus. Saya tidak ingin kesepakatan itu rusak karena apa yang terjadi saat ini,” imbuhnya.
Dalam wawancara terpisah, Trump kembali menegaskan bahwa serangan Iran justru tidak membantu proses negosiasi yang menurutnya telah memasuki tahap penting.
Iran Sebut Serangan Sebagai Peringatan
Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps atau Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa serangan rudal tersebut merupakan sebuah “peringatan” bagi Israel. Iran melancarkan serangan itu setelah Israel menyerang wilayah pinggiran selatan Lebanon sehari sebelumnya.
Pihak Iran juga menegaskan bahwa mereka siap melancarkan operasi yang lebih luas apabila Israel kembali melakukan tindakan yang dianggap sebagai agresi. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa ketegangan antara kedua negara masih jauh dari kata selesai.
Di sisi lain, Trump secara terbuka mengkritik serangan Israel ke Lebanon. Ia mengaku tidak senang dengan langkah militer yang dilakukan sekutu dekat Amerika Serikat tersebut karena berpotensi memperburuk situasi keamanan kawasan.
Trump juga mengkritik serangan Israel ke Lebanon, dengan mengatakan bahwa dia “tidak senang” dengan hal itu.
Dengan kondisi yang masih sangat dinamis, perhatian dunia kini tertuju pada langkah yang akan diambil Israel setelah serangan rudal Iran. Upaya Trump untuk membujuk Netanyahu agar menahan diri menjadi faktor penting yang dapat menentukan apakah kawasan Timur Tengah akan kembali memasuki fase konflik yang lebih luas atau tetap berada di jalur diplomasi yang sedang diupayakan.
(*)
