AdvetorialDPRD Kaltim

Komisi II DPRD Kaltim Desak Diversifikasi Pendapatan Daerah di Tengah Anjloknya Kontribusi Tambang

SOROTMATA.ID – Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong pemerintah provinsi untuk segera mencari alternatif sumber pendapatan baru di tengah menurunnya kontribusi sektor pertambangan terhadap APBD.

Turunnya harga batu bara dan kebijakan pusat yang menekan daya beli masyarakat disebut menjadi penyebab utama perlambatan fiskal di daerah.

“Yang jelas kita ingin mencoba potensi-potensi pendapatan dari sektor lain. Artinya memang APBD kita mengalami perlambatan, yang diakibatkan Perpres Nomor 1 Tahun 2025 itu,” ungkap Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono.

Selain itu, Sapto sapaan karibnya menilai penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor tambang dan belum optimalnya kontribusi dari perusahaan pemegang IUPK menjadi sorotan utama.

Dirinya menjelasakan adanya penurunan kontribusi IUPK sebesar 1,5 persen, meski penyebab pastinya masih akan ditelusuri lebih lanjut.

Politisi dari partai Golkar itu menambahkan bahwa Kaltim selama ini tidak memperoleh pemasukan dari dua sektor tersebut, meski dampak eksploitasi dirasakan langsung oleh daerah.

“Padahal, hancurnya di sini, rusaknya hutan di sini, tapi pemasukan tidak ke sini,” pungkasnya.

(ADV/*)

1.048 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *