Pemkot Samarinda Libatkan OPD dalam Menurunkan Angka Stnting di Kota Tepian
SOROTMATA.ID – Pemerintah Kota Samarinda melakukan beragam upaya dalam menurunkan angka stunting di Kota Tepian.
Dalam upaya menurunkan angka stunting di Kota Tepian termasuk melibatkan OPD dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Samarinda.
Sebanyak 17 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan bergabung dan masuk menjadi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Samarinda.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Samarinda, I Gusti Ayu Sulistiani mengatakan bahwa Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Samarinda akan menyusun rencana kerja untuk tahun 2023 ini.
Ia mengungkapkan, pihaknya akan melakukan rapat konsolidasi dan menyusun timeline untuk rencana kerja itu.
“Rapat koodinasi untuk refresh sesama anggota tim TPPS. Dalam 1-2 minggu ini melakukan konsolidasi, setelahnya baru menyusun timeline untuk kegiatan tahun 2023,” kata Ayu saat ditemui belum lama ini.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pihaknya akan melanjutkan program kerja yang telah tersusun di tahun sebelumnya. Pihakya hanya akan melakukan penyesuaian rencana kerja sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
“Jadi kita melakukan penyesuaian. Sebenarnya di tahun 2022 sudah cukup baik, namun tahun 2023 kita pertajam lagi. Walau memang ada naik lagi kasus stunting, E-PPGM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) akan lebih konvergen lagi,”jelasnya
Ia menyatakan bahwa ada 17 OPD di lingkungan Pemkot Samarinda yang akan tergabung di TPPS dan akan berkolaborasi dengan Kementerian Agama untuk mencegah stunting.
Pihaknya bakal berupaya keras untuk menurunkan angka stunting sesuai target.
Selain itu, juga dilakukan kolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Samarinda.
Kolaborasi dilakukan dengan menghadirkan pokok pembahasan mengenai langkah-langkah konkret yang dapat dikerjasamakan dalam menanggulangi permasalahan kesehatan masyarakat dan menurunkan angka stunting di Samarinda.
Disampaikan Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi, salah satu penyebab stunting adalah pernikahan yang terlalu dini, dimana fisik dan psikologi pada usia tersebut belum kuat untuk menjadi seorang ibu.
“Untuk itu, perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan pernikahan dini seperti melakukan sosialisasi mengenai bahaya pernikahan dini dan reproduksi sehat terhadap remaja, pendampingan terhadap ibu hamil hingga serta asupan gizi kepada bayi dan balita serta sanitasi lingkungan,” ujarnya.
(Advertorial)
