Pemerintah Serahkan Pengusutan Penembakan di Pidie kepada Komnas HAM, TGPF Dinilai Belum Diperlukan
SOROTMATA.ID – Pemerintah belum berencana membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut insiden bentrokan antara prajurit TNI dan warga di Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, yang menewaskan satu orang dan menyebabkan 13 lainnya luka-luka.
Pengusutan kasus tersebut untuk sementara diserahkan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Pemerintah menilai lembaga itu memiliki kewenangan berdasarkan undang-undang untuk melakukan penyelidikan secara independen terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan pemerintah memberikan keleluasaan kepada Komnas HAM untuk menjalankan tugas dan kewenangannya.
“Pemerintah mempersilakan Komnas untuk melakukan penyelidikan sesuai dengan tugas Komnas yang diberikan oleh undang-undang,” kata Yusril, Jumat (6/11).
Yusril menyatakan pemerintah belum melihat kebutuhan mendesak untuk membentuk TGPF guna mengusut insiden tersebut.
Menurutnya, Komnas HAM memiliki dasar hukum dan kewenangan untuk melakukan penyelidikan tanpa harus menunggu pembentukan tim khusus oleh pemerintah.
“Pemerintah menganggap belum perlu membentuk satu TGPF, Tim Gabungan Pencari Fakta, itu enggak perlu ya,” ujarnya.
Yusril juga membandingkan langkah pemerintah dalam menangani kasus Pidie dengan penanganan demonstrasi yang berujung kerusuhan pada Agustus lalu.
“Kemarin pun saya mendapat pertanyaan hal yang sama ketika terjadi demonstrasi yang berujung kerusuhan Agustus yang lalu. Pada waktu itu saya juga enggak setuju dan kita serahkan Komnas, silakan Komnas melakukan penyelidikan dan Komnas melakukan tugasnya,” lanjut Yusril.
Ia meminta masyarakat dan seluruh pihak menahan diri serta tidak terpancing emosi dalam menyikapi peristiwa tersebut. Pemerintah berharap proses penyelidikan dapat berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Bentrokan Berawal dari Persoalan Bendera
Sebelumnya, bentrokan melibatkan prajurit TNI dan warga terjadi di Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, saat masyarakat menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Insiden bermula ketika sejumlah prajurit TNI hendak menurunkan bendera bulan bintang yang terpasang di sekitar musala. Namun, warga menghadang tindakan tersebut hingga situasi berkembang menjadi bentrokan.
Peristiwa itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan 13 orang lainnya mengalami luka-luka.
(*)
