Soal Prabowo-Gibran Dua Periode, AHY Pilih Fokus Urus Ekonomi Ketimbang Bicara Pemilu 2029
SOROTMATA.ID – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan tanggapannya soal dukunngan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dua periode.
AHY menegaskan bahwa pembahasan mengenai Pemilu 2029 masih terlalu dini. AHY memilih mengarahkan perhatian pada berbagai persoalan yang saat ini dihadapi masyarakat, khususnya di bidang ekonomi.
AHY menilai seluruh pihak perlu menyadari bahwa perjalanan menuju Pemilu 2029 masih cukup panjang. Karena itu, ia mengajak semua elemen untuk lebih fokus pada upaya menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita sama-sama menyadari ini masih tahun 2026, menuju 2029 juga masih agak lama,” kata AHY di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan AHY sebagai respons atas berkembangnya diskusi politik terkait arah dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran pada periode mendatang. Namun, AHY menegaskan bahwa Partai Demokrat saat ini tidak ingin terjebak dalam spekulasi politik yang terlalu jauh.
Demokrat Prioritaskan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat
AHY menjelaskan bahwa fokus utama Partai Demokrat saat ini adalah memastikan kondisi ekonomi nasional tetap terjaga. Menurutnya, masyarakat membutuhkan perhatian pemerintah terhadap berbagai persoalan yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.
Ia menyebutkan bahwa menjaga pertumbuhan ekonomi, mempertahankan daya beli masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, serta menekan angka kemiskinan dan ketimpangan merupakan agenda yang lebih mendesak untuk diperjuangkan.
“Saya rasa kita fokus dulu ya di urusan dalam negeri. Fokus kita adalah ekonomi. Kita ingin memastikan pertumbuhan bisa dijaga, kemudian daya beli masyarakat juga bisa terjaga, lapangan pekerjaan bisa terbuka dengan baik, kemiskinan bisa diturunkan, ketimpangan bisa ditekan. Fokus Demokrat di sana,” ucap AHY.
Melalui pernyataan tersebut, AHY menunjukkan bahwa Demokrat ingin berperan aktif dalam mendorong kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menilai keberhasilan pemerintah dalam mengelola ekonomi akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional.
Infrastruktur Harus Memberikan Dampak Langsung
Selain menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, AHY juga mengemban tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Dalam kapasitas tersebut, ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus mampu menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat.
AHY mengaku terus mendorong berbagai program di bawah koordinasinya agar menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Ia menilai pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada proyek fisik, tetapi juga harus mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Dan itu juga mengapa saya kawinkan dengan spirit atau paradigma pembangunan infrastruktur yang langsung berdampak. Jadi tidak terlalu lama menunggu dampak dari setiap pembangunan infrastruktur. Mengapa jalan daerah harus dibangun dengan baik, irigasi harus juga diperkuat dan lain sebagainya,” ujar dia.
Menurut AHY, pembangunan jalan daerah yang memadai dapat memperlancar distribusi barang dan jasa, sementara penguatan sistem irigasi akan mendukung produktivitas sektor pertanian. Karena itu, ia menilai pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ekonomi nasional.
Respons atas Wacana Dukungan Dua Periode
Pernyataan AHY muncul setelah Ketua DPP PSI Bestari Barus mengungkap pesan yang disebut berasal dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Sebelumnya, Bestari mengatakan Jokowi meminta partainya hingga simpatisan PSI mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurut dia, Jokowi juga meminta PSI mengawal Prabowo-Gibran dua periode.
“Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja,” kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).
Bestari mengungkap pesan saat bertemu dengan ayah Ketum PSI, Kaesang Pangarep, tersebut di Solo pada Kamis (18/6) pagi. Bestari mengatakan Jokowi mengingatkan untuk jaga keharmonisan dan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran yang tengah berjalan.
“Beliau terus, tadi pun saya dititip pesan ya jaga keharmonisan di internal. Dan juga ingatkan untuk kawan-kawan di mana pun itu, mendukung pasangan Pak Prabowo-Gibran ini gitu, mau matahari apa lagi,” katanya.
(*)
