AdvetorialKALTIM

Dispora Kaltim Gelar Seleksi PPAN 2025: Kesempatan Emas Pemuda Menjadi Delegasi Indonesia di Singapura

SOROTMATA.ID – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur kembali membuka kesempatan istimewa bagi pemuda-pemudi terbaik daerah untuk menembus panggung internasional.

Di tahun 2025 ini, program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) hadir melalui skema Singapore Indonesia Youth Leaders Exchange Programme (SIYLEP) sebuah ajang bergengsi yang memfasilitasi pertukaran pemuda antara Indonesia dan Singapura.

Program ini menjadi salah satu inisiatif strategis yang digagas oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), sebagai bentuk nyata peningkatan kualitas, kapasitas, serta daya saing pemuda Indonesia di era global.

Melalui proses seleksi yang dilaksanakan secara langsung oleh Dispora Kaltim, para peserta akan disaring secara ketat untuk mewakili Kalimantan Timur sebagai delegasi resmi Indonesia di negeri jiran, Singapura.

“Program ini dari Kemenpora, tapi pelaksanaan seleksinya dipercayakan kepada daerah. Kami dari Dispora Kaltim diberi mandat untuk mencari dan menyiapkan pemuda terbaik yang siap bersaing dan mewakili bangsa di forum internasional,” ujar Rusmulyadi, Sub Koordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Dispora Kaltim.

SIYLEP bukan sekadar program pertukaran, melainkan platform pengembangan kepemimpinan, diplomasi pemuda, dan pemahaman lintas budaya.

Peserta yang terpilih akan mendapat pengalaman berharga dalam bentuk diskusi kepemudaan, proyek kolaboratif lintas negara, hingga kunjungan ke institusi pemerintahan dan organisasi internasional di Singapura.

Rusmulyadi menekankan bahwa seleksi ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berbasis pada kompetensi riil dan karakter kepemudaan peserta.

“Indikator pertama, jelas kemampuan berbahasa Inggris. Makanya selain tertulis, mereka juga dinilai speakingnya. Mereka diwawancara dalam Bahasa Inggris,” ucap Rusmulyadi.

Selain itu, penilaian juga dilakukan terhadap aspek lain. Misalnya, Community Development (Comdev), akademik, hingga psikologi.

“Lalu tes akademik, sampai tes psikologi dari HIMPSI,” jelasnya.

(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *