Progres Persiapan MTQH ke-46 Kaltim di Kukar Tembus 80 Persen
SOROTMATA.ID – Kesiapan fasilitas dan tempat menginap bagi kafilah menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Pemkab Kukar memastikan venue telah ditetapkan, sementara hotel, homestay hingga rumah penduduk yang akan menampung peserta sudah melalui pengecekan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, H Sunggono, mengatakan panitia terus mematangkan berbagai kebutuhan pelaksanaan.
Hingga saat ini, progres persiapan secara keseluruhan telah mencapai lebih dari 80 persen.
Sunggono bersama pengurus inti bahkan telah mendatangi sejumlah hotel dan penginapan yang akan menjadi tempat tinggal kafilah dari berbagai kabupaten/kota.
Pemeriksaan tersebut dilakukan atas arahan Bupati Kukar untuk memastikan kelayakan dan kenyamanan akomodasi peserta.
“Semua hotel, semua penginapan yang direncanakan menjadi tempat basecamp atau tempat menginap kafilah sudah saya datangi,” ujarnya.
Akomodasi yang disiapkan tidak hanya mengandalkan hotel. Panitia juga memanfaatkan homestay dan rumah penduduk untuk menampung sejumlah kafilah, termasuk peserta dari Kutai Timur.
“Seperti Kutai Timur pakai homestay, dengan beberapa rumah penduduk yang lain. Tapi sudah dicek juga dan sangat representatif,” tutup Sunggono.
Ekspos Kesiapan Digelar di Pendopo Bupati
Selain memeriksa fasilitas, Pemkab Kukar juga menuntaskan penyusunan materi persiapan untuk dipaparkan kepada panitia tingkat provinsi dan perwakilan kabupaten/kota.
Ekspos tersebut dijadwalkan berlangsung di Pendopo Bupati Kukar pada Selasa (3/11/2026), dengan melibatkan unsur Pemerintah Provinsi Kaltim dan perwakilan pemerintah daerah peserta MTQH.
“Alhamdulillah hari ini kita sudah menuntaskan tahapan persiapan awal untuk bahan ekspos yang akan dilakukan besok terhadap panitia provinsi, termasuk kabupaten/kota yang akan menjadi bagian penting dari pelaksanaan MTQ tingkat provinsi Kalimantan Timur,” ujar Sunggono.
Ia menjelaskan, setiap bidang telah menyelesaikan materi sesuai tugas masing-masing. Meski demikian, panitia masih membahas beberapa penyesuaian teknis, terutama menyangkut perubahan lokasi dan pengaturan penjagaan.
“Memang ada beberapa hal kecil yang tadi ditambahkan sebagai bagian dari dinamika konsep yang berubah. Karena ada perubahan tempat, kemudian juga ada perubahan penjagaan. Itu yang tadi kami diskusikan,” jelasnya.
(*)
