TEKNOSAINS

Bukan Cuma Pasar, Indonesia Dorong Microsoft Bangun Ekosistem Teknologi

SOROTMATA.ID – Indonesia ingin investasi perusahaan teknologi global tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur digital.

Pemerintah mendorong Microsoft memperluas perannya dengan membawa transfer teknologi, mencetak talenta digital, serta memperkuat kapasitas industri dalam negeri.

Dorongan itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat bertemu President Microsoft Global Affairs Lisa Monaco di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9).

Pertemuan itu membahas sejumlah agenda kerja sama pemerintah Indonesia dengan Microsoft, mulai dari pengembangan AI, teknologi cloud, keamanan siber hingga tata kelola teknologi yang bertanggung jawab.

Investasi Harus Perkuat Kapasitas Nasional

Meutya menilai kerja sama pemerintah dan Microsoft dapat memberikan manfaat lebih luas bagi perkembangan teknologi Indonesia. Pemerintah mendorong agar kolaborasi tersebut menghasilkan transfer teknologi dan pengetahuan, pengembangan talenta digital, serta peningkatan kemampuan pelaku industri dalam negeri.

Menurut Meutya, Indonesia tidak hanya membutuhkan masyarakat yang memiliki keterampilan digital. Indonesia juga perlu memperbanyak pengembang, inovator, insinyur dan pemimpin digital yang mampu menciptakan teknologi serta mengembangkan ekosistem digital nasional.

“Tujuan kami bukan hanya meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki keterampilan digital, tetapi juga mengembangkan lebih banyak pengembang, inovator, insinyur, dan pemimpin digital Indonesia,” kata Meutya dalam keterangannya, Jumat (25/9).

Pemerintah berharap kerja sama dengan Microsoft membuka lebih banyak kesempatan bagi institusi pendidikan, pelaku usaha, pengembang dan perusahaan teknologi nasional untuk memanfaatkan keahlian serta teknologi global.

Dengan pendekatan tersebut, investasi teknologi diharapkan memberikan dampak jangka panjang terhadap kapasitas industri dalam negeri, bukan hanya menambah infrastruktur digital.

Dorong Kepastian dalam Pengembangan AI

Dalam pertemuan tersebut, Meutya juga memaparkan langkah Indonesia menyiapkan kerangka tata kelola AI nasional. Pemerintah sedang menyusun rancangan Peraturan Presiden mengenai Peta Jalan dan Etika AI.

BACA JUGA :  Google Chrome Sering Lemot, Ini Lima Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kerangka tersebut diarahkan untuk memberikan kepastian bagi para pengembang dan pelaku industri yang mengembangkan maupun menggunakan teknologi AI.

Meutya menegaskan pemerintah ingin menjaga keseimbangan antara kebutuhan regulasi dan perkembangan inovasi. Menurut dia, regulasi harus mampu memberikan perlindungan tanpa menciptakan hambatan bagi perkembangan teknologi.

“Kami ingin memastikan bahwa regulasi tidak menghambat inovasi, tetapi justru memberikan perlindungan dan kepastian yang tepat agar AI dapat berkembang secara bertanggung jawab,” jelasnya.

Pemerintah melihat kepastian tata kelola menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem AI. Aturan yang jelas diharapkan dapat memberikan panduan bagi perusahaan teknologi sekaligus melindungi kepentingan masyarakat.

Perlindungan Anak Masuk Agenda Kerja Sama

Selain AI dan cloud, pemerintah turut membahas perlindungan anak di ruang digital. Meutya menyoroti implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.

Pemerintah mendorong Microsoft memperkuat kolaborasi dalam menciptakan teknologi yang aman bagi anak. Salah satu pendekatan yang didorong ialah penerapan prinsip keamanan sejak tahap awal perancangan dan pengembangan produk teknologi.

Meutya menilai aspek keamanan perlu menjadi bagian dari proses pengembangan teknologi, bukan sekadar diterapkan setelah sebuah layanan beroperasi.

Indonesia Ingin Naik Kelas

Meutya juga menyoroti komitmen investasi Microsoft senilai US$1,7 miliar atau sekitar Rp27 triliun di Indonesia. Investasi tersebut mencakup pengembangan infrastruktur cloud dan AI.

“Kami apresiasi komitmen investasi Microsoft sebesar US$1,7 miliar di Indonesia, khususnya dalam infrastruktur cloud dan AI, serta kontribusinya dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia,” ujar Meutya.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan infrastruktur yang kuat, inklusif dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat serta industri.

BACA JUGA :  Xi Jinping Serukan Pengembangan AI Global, Tolak Dominasi Satu Negara

Karena itu, pemerintah berharap Microsoft menempatkan Indonesia sebagai bagian dari pusat pengembangan infrastruktur dan inovasi digital, bukan sekadar sebagai pasar.

“Kami berharap Indonesia dapat semakin menjadi bukan hanya pasar penting bagi Microsoft. Tetapi juga pusat strategis infrastruktur digital dan inovasi di kawasan,” ungkapnya.

Meutya menilai investasi teknologi juga dapat mendukung agenda Indonesia Emas 2045 apabila investasi tersebut meningkatkan kemampuan dan daya saing digital nasional.

“Kami melihat Microsoft sebagai mitra penting dalam memperkuat kapabilitas dan daya saing digital Indonesia. Kami berharap Microsoft terus memperluas investasi dan komitmen jangka panjangnya di Indonesia,” tutup Meutya.

(*)

1.026 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *