INTERNASIONAL

Alasan Keamanan, Inggris dan Selandia Baru Larang Pejabat Instal Aplikasi TikTok di Ponsel yang Terhubung Jaringan Pemerintah

SOROTMATA.ID – Pemerintah Inggris dan Selandia Baru melarang pejabat mengunduh aplikasi TikTok di ponsel dan gawai lainnya yang terhubung ke jaringan pemerintah.

Larangan ini aplikasi TikTok di perangkat resmi pemerintah karena alasan keamanan.

Pemerintah Inggris khawatir pemerintah China bisa menekan perusahaan induk TikTok, ByteDance, untuk meminta informasi pribadi para pengguna aplikasi terpopuler itu.

“Ini adalah langkah proporsional berdasarkan risiko spesifik dengan perangkat pemerintah,” kata Menteri Sekretariat Kabinet Inggris, Oliver Dowden.

Hal yang sama juga dilakukan Pemerintah Selandia Baru, yang melarang penggunaan TikTok pada perangkat dengan akses ke jaringan pemerintah.

Di Selandia Baru, TikTok akan dilarang di semua perangkat yang memiliki akses ke jaringan parlemen. Ini mulai berlaku per akhir Maret.

Kepala Eksekutif Layanan Parlemen Selandia Baru, Rafael Gonzalez-Montero, menyatakan keputusan ini diambil setelah menerima saran dari pakar keamanan dunia maya, diskusi dengan pemerintah, dan negara lain.

“Berdasarkan informasi ini, kami menentukan bahwa risikonya tidak dapat diterima di lingkungan Parlemen Selandia Baru saat ini,” ujar Montero, diberitakan Reuters.

Hal tersbut lantas mendapatakan tanggapan dari TikTok yang menyatakan kekecewaanya.

“Kami percaya larangan ini didasarkan pada kesalahpahaman dan didorong oleh situasi geopolitik yang lebih luas. Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatasi masalah apa pun, tetapi harus dinilai berdasarkan fakta dan diperlakukan sama dengan pesaing kami,” kata seorang juru bicara yang mewakili TikTok.

Sebagai tindakan nyata, pihak TikTok mengatakan akan mulai menerapkan rencana komprehensif untuk melindungi data para pengguna di Eropa, termasuk memperketat kontrol akses data, dan pengawasan independen oleh pihak ketiga.

(*)

1.189 Tayangan
BACA JUGA :  Jenderal Militer Rusia Ungkap Pasukannya Mudah Digempur Ukraina, Sebut Penggunaan Telepon Seluler Jadi Penyebab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *