Opitimis Bisa Tangkap Buron Harun Masiku, KPK: Dia Kan Punya Keluarga di Indonesia
SOROTMATA.ID – Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) hingga saat ini belum berhasil menemukan keberadaan buron Harun masiku.
Namun demikian KPK meyakini Harun masiku akan tertangkap. Hal ini bukan tanpa alasa, sebab Harun Masiku memiliki keluarga di Indonesia.
Hal demikian seperti di lontarkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata.
Diketahui, Harun Masiku merupakan Caleg PDIP dan terlibat kasus suap terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan terkait pengurusan PAW anggota DPR.
“Saya yakin cepat atau lambat yang bersangkutan kan juga punya keluarga di Indonesia dan sebagainya,” ujar Alex dalam keterangannya, Rabu (8/3).
Lebih lanjut Alex mengatakan kendala dalam menangkap Harun Masiku lantaran keberadaanya belum diketahui hingga saat ini.
Menurut Alex, jika posisi Harun diketahui, maka tak butuh waktu lama untuk menyeretnya.
“Kalau diketahui posisi yang bersangkutan misalnya, minggu depan kita jemput kan gitu. Semua informasi kan kita tampung dulu, ada dari masyarakat termasuk dari Interpol dan lain sebagainya, itu dengan kerjasama dengan otoritas negara lain yang sudah kita lakukan juga,” ujar Alex.
Sementara itu, Polri menyatakan bahwa sejauh ini Red Notice telah tersebar luas untuk tersangka kasus suap pengurusan PAW anggota DPR dari PDIP yang meninggal, Nazarudin Kiema.
“Terkait dengan DPO dari HM ya kami sampaikan sekali lagi bahwa selama HM melintas di perlintasan resmi imigrasi di seluruh negara maka HM tersebut pasti terdeteksi,” tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (6/3/2023).
Ahmad mengatakan, belum ada laporan dari negara lain terkait pergerakan Harun Masiku. Lebih dari itu, Polri masih minim membeberkan informasi perihal pengejaran terhadapnya.
“Sejauh ini red notice atas nama HM yang sudah disebar melalui jalur komunikasi 124-7 Interpol Indonesia belum menerima respon atau informasi dari negara-negara yang dimungkinkan tempat yang bersangkutan bersembunyi,” pungkasnya.
(*)
