POLITIK

Soroti Polemik Pernyataan Rudy Mas’ud, Andi Harun Sarankan Minta Maaf Langsung ke Prabowo 

SOROTMATA.ID  – Polemik pernyataan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, terkait penunjukan kerabat di lingkungan pemerintah provinsi menuai perhatian berbagai pihak. Salah satunya datang dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang juga merupakan kader Partai Gerindra.

Andi Harun mengaku mengikuti perkembangan isu tersebut setelah ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu beragam reaksi, termasuk dari internal partai. Ia menilai polemik tersebut perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Sebelumnya, Rudy Mas’ud menjadi sorotan usai membandingkan kebijakannya dengan langkah Presiden RI, Prabowo Subianto. Perbandingan itu disampaikan terkait pengangkatan adiknya, Hijrah Mas’ud, sebagai Wakil Ketua dalam Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kalimantan Timur.

Rudy menyebut penunjukan tersebut merupakan bagian dari hak prerogatifnya sebagai kepala daerah. Ia juga menyinggung contoh di tingkat nasional, yakni keterlibatan Hashim Djojohadikusumo dalam lingkup pemerintahan pusat.

Namun, pernyataan tersebut justru memicu gelombang kritik, termasuk dari sejumlah kader Partai Gerindra di Kalimantan Timur. Perbandingan yang disampaikan dinilai kurang tepat dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif terkait praktik nepotisme.

Setalah mendapat kritik dari sejumlah Kader Partai Gerindra Kaltim, Rudy Mas’ud kemudian menyampaikan permintaan maafnya kapada pimpinan nasional dalam hal ini Presiden Prabowo.

Respon Kader Gerindra

Andi Harun menanggapi  permintaan maaf yang disampaikan Rudy Mas’ud.

Ia menilai Rudy Mas’ud telah menunjukkan itikad baik dengan menyampaikan permintaan maaf usai muncul reaksi dari sejumlah kader Gerindra.

“Saya menghormati pernyataan maaf dari Pak Gubernur atas pernyataan sebelumnya yang menghubungkan sorotan masyarakat terhadap hubungan beliau dengan saudaranya sendiri dengan hubungan antara Pak Hashim dan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Andi Harun saat diwawancarai di Anjungan Karangmumus Balaikota Samarinda, Jumat (1/5/2026).

Namun, Andi Harun menilai permintaan maaf tersebut masih terlalu umum karena pada pernyataan awal Rudy secara langsung menyebut nama Hashim dan Prabowo. Sementara dalam permintaan maafnya, ia hanya menyebut pemimpin nasional.

Oleh karenanya, ia menyarankan agar permintaan maaf disampaikan secara langsung kepada Hashim Djojohadikusumo dan Presiden Prabowo Subianto agar polemik tidak semakin meluas.

“Saya ingin meyampaikan agar reaksi dari para kader Partai Gerindra bisa Cooling Down, harusnya beliau secara khusus menyampaikan permohonan maaf langsung kepada pak Hashim dan Presiden Prabowo Subianto,” kata Andi Harun.

Menurutnya, langkah itu penting untuk meredam reaksi kader Gerindra di daerah maupun nasional sekaligus menunjukkan ketulusan dalam menyelesaikan persoalan yang telah menjadi perhatian publik.

“Hal ini untuk menghindari reaksi yang lebih besar dari kader partai baik di Kaltim maupun di tingkat nasional,” ujarnya.

Andi Harun juga meyakini tidak ada niat buruk dalam pernyataan Rudy Mas’ud. Ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan secara baik agar situasi kembali tenang dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

“Kami percaya, bisa jadi yang dia sampaikan tidak ada niat buruk sedikitpun,” pungkasnya.

(*/tim redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *