Soal Arah Politik di Pilpres 2024, PAN Akan Bergabung dengan Partai yang Dukung Pemerintah
SOROTMATA.ID – Pemilihan presiden (pilpres) akan diselenggarakan pada tahun 2024 mendatang. Sejumlah partai politik telah menentukan arah dukungannya jelang pesta demokrasi lima tahunan itu.
Namun ada juga parpol yang hingga saat ini belum menentukan kandidat capres yang akan didukung di pilpres mendatang.
Seperti Partai Amanat Nasional (PAN) yang hingga saat ini belum menentukan arah dukungannya.
Terkiat hal ini Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegaskan arah koalisi yang akan diambil partainya pada Pemilu 2024.
Pria yang akrab disapa Zulhas itu menyatakan akan bergabung dengan partai politik lain yang saat ini mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Zulhas menyatakan partainya terus melakukan komunikasi intensif dengan berbagai kalangan. Namun dia mengakui hingga saat ini belum ada keputusan final kemana PAN akan berlabuh.
“Jadi kita memang terus intens, termasuk di hari-hari mendekati Oktober menjelang pendaftaran (Pemilu atau pemilihan legislatif (pileg) kita melakukan pertemuan dengan berbagai kalangan. Tapi paling intinya kalau ditanya bagaimana, kita pasti akan bergabung dengan partai-partai yang ada di pemerintahan,” ucap Zulhas kepada awak media di Hotel Sahid Solo sebelum pertemuannya dengan para kader PAN di Solo, Rabu, 12 Juli 2023.
Dia juga belum bisa menyatakan seperti apa bentuk koalisi yang diinginkan PAN. Dia menyatakan masih melihat perkembangan yang terjadi saat ini.
“Nanti bentuknya seperti apa, sekarang ini kita masih ada pembicaraan karena perkembangan juga masih jalan terus, termasuk soal wapres (wakil presiden),” katanya.
Zulhas pun menyebut sejumlah kemungkinan koalisi yang akan dibentuk mereka. Salah satunya dengan Golkar. Yang menjadi pertimbangan terpenting, menurut dia, adalah pasangan calon presiden dan wakil presiden yang mereka usung bisa menjadi pemenang pada Pilpres 2024.
“Ya kita pembicaraan jalan terus. Golkar bisa dengan PAN, cukup juga (memenuhi presidential threshold). Golkar dengan Gerindra cukup juga. Golkar dengan PKB cukup juga. Tapi kalau berkoalisi itu partai kan tetap inginnya yang kemungkinan besar bisa menang. Itu pertimbangan utama,” ucap Zulhas.
(*)
