Jadi Peserta Pemilu 2024, Partai Ummat Belum Tentukan Capres yang Mau Didukung
SOROTMATA.ID – Partai Ummat telah menjadi peserta pemilihan umum (pemilu) di 2024 mendatang.
Meski menjasi peserta pemilu, namun Partai Ummat hingga saat ini belum menentukan calon presiden yang akan didukung.
Hal ini dikatakan Ketua Umum DPP Partai Ummat, Ridho Rahmadi.
Ridho Rahmadi mengatakan, sikap menentukan dukungan saat ini masih terlalu dini.
“Terkait pencapresan, kita mengikuti sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Amien kemarin, too early to tell, terlalu dini untuk mengatakan siapa yang kita dukung,” kata Ridho, di acara tasyakuran di Jakarta Timur, Minggu (01/01).
Dia pun mengajak kepada seluruh kader Partai Ummat dan masyarakat Indonesia untuk lebih mendiskusikan terlebih dahulu, kriteria-kriteria capres ketimbang langsung menunjuk nama.
Ridho lantas menganalogikan sosok Capres dengan seorang pilot dan seorang masinis.
“Tentu untuk menerbangkan pesawat kita perlu pilot dengan kriteria kemampuan tertentu. Untuk menjalankan kereta api, kita perlu masinis dengan kriteria kemampuan tertentu,” ujarnya.
Lanjut ia mengatakan, jika salah memilih dan menempatkan sosok di tempat yang tak tepat akan merugikan masyarakat.
Seperti, orang yang tidak punya kapasitas dipaksakan memimpin bangsa hanya karena popularitas.
“Bayangkan jika kita memilih Presiden hanya karena popularitas yang bisa diatur melalui survei, tanpa mempertimbangkan kriteria, kita khawatir jangan-jangan kita nanti memilih masinis untuk menerbangkan pesawat,” pungkasnya.
Untuk kriteria, dia menegaskan bahwa paling mendasar adalah yang mengetahui kebutuhan bangsa. Maka, Partai Ummat tidak akan serta merta mendukung orang lain yang belum tentu tahu falsafah perjuangan Partai Ummat.
“Mengapa kita tidak berpikir, dan lihat di kanan-kiri kita sendiri, jangan-jangan Capres dengan kriteria-kriteria yang kita cari tersebut, ada pada kader kita sendiri,” tutur Ridho.
“Mengapa tidak, kita dengan segenap rasa percaya diri, mengatakan inilah kader Partai Ummat, dengan kriteria A-Z, dan insya Allah layak menjadi Capres Republik Indonesia,” pungkasnya. (*)
