POLITIK

Deklarasikan Anies sebagai Capres, NasDem: Karena Prestasinya Membangun Jakarta

SOROTMATA.ID – Partai NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden bukan karena agamanya Islam, tetapi karena rekam jejak serta integritasnya yang baik.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali merespon penyataan Presidden Jokowi yang mengimbau para capres tak mempolitisasi agama di Pilpres 2024.

Ahmad Ali menyebut partainya sependapat dengan apa yang disampaikan Presiden Jokowi, sebab itulah tujuan pemilu yakni untuk berbangsa dan bernegara, dan politik hanyalah alat.

“Apa yang disampaikan Presiden dalam konteks politik nasional itu wajar saja, kita sepakat berbangsa bernegara dalam konteksnya harus satu. Politik itu kan hanya alat untuk mencapai tujuan kita. Kita tidak mau juga berpolitik dengan menjual agama,” kata Ali saat dimintai tanggapan, Selasa (22/11).

Ali kembali menegaskan, pemihan Anies sebegai bakal calon presiden semata karena rekam jejak serta integritasnya yang baik.

“Anies kita pilih bukan karena dia islam bukan itu pertimbangannya, karena prestasinya membangun Jakarta karena prestasinya menjaga kerukunan beragama di Jakarta. Karena kalau agama kita dulu juga dukung Ahok, kita anggap dia berprestasi waktu membangun Jakarta ya kita pilih dia,” ungkap Ali.

Lanjut ia menyebutkan ketika Anies memimpin Jakarta, dia mampu membangun kerukunan dalam beragama.

“Ketika Anies memimpin DKI dia membangun Jakarta membangun kerukunan beragama bahwa itu belum sempurna iya, tapi pada sisi tertentu kerukunan umat beragama di Jakarta sempurna menurut saya,” imbuh Ali.

Ia juga mengatakan, sependapat dengan apan yang disampaikan Presiden Jokowi bahwa politik tak boleh membawa identitas.

Meski Ali berpendapat, politik agama tak bisa dihindari sepenuhnya dalam politik, tetapi NasDem setuju Pemilu jangan sampai membuat perpecahan di anak bangsa.

“Kita setuju dengan Pak Presiden bahwa jangan sampai kontestasi ini membuat perpecahan. Maka kita semua parpol tokoh pejabat pemerintah sekalipun harus bisa menahan diri untuk membuat pernyataan yang memecah belah,” pungkas Ali.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *