BERITANASIONAL

Tangis Megawati dan Cium Tangan Hasto, Sinyal Kuat Jabatan Sekjen Masih Miliknya?

SOROTMATA.ID – Momen haru terjadi saat Hasto Kristiyanto tiba di arena Kongres PDIP di Nusa Dua, Bali. Di hadapan ratusan kader partai, Hasto menghampiri Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dan mencium tangannya dengan penuh hormat. Tangis pun pecah. Megawati terlihat menyeka air mata saat menyambut kehadiran Hasto.

Gestur yang sarat makna itu langsung memicu spekulasi kuat bahwa Hasto memiliki peluang besar untuk kembali menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP untuk periode mendatang.

Direktur Eksekutif Skala Data Indonesia, Arif Nurul Imam, menilai kedekatan personal dan emosional antara Megawati dan Hasto bukan hanya simbolis, tetapi punya bobot politis yang sangat kuat. Ia menyebut hal ini sebagai salah satu faktor utama yang membuat Hasto masih sangat berpeluang dipertahankan di posisi strategis tersebut.

“Saya kira peluang Hasto untuk terpilih kembali sebagai Sekjen masih terbuka lebar, mengingat kedekatan dan kepercayaan Megawati kepada Hasto cukup tinggi,” ujar Arif kepada wartawan, Minggu (3/8/2025).

Menurut Arif, dalam tradisi PDIP, jabatan Sekjen bukan sekadar soal struktur organisasi, tetapi juga soal chemistry antara Ketua Umum dan Sekjen dalam menjalankan agenda politik dan konsolidasi partai.

Kehadiran Hasto di panggung utama Kongres PDIP juga menandai penguatan posisinya di tengah dinamika internal partai. Meskipun ada sejumlah kader lain yang disebut-sebut berpotensi sebagai pengganti, Arif menilai Hasto tetap berada di posisi paling unggul.

“Sehingga dari beberapa nama yang saya sampaikan, Hasto memiliki peluang besar ditunjuk sebagai Sekjen PDIP,” tambahnya.

Beberapa nama yang disebut Arif sebagai kandidat alternatif antara lain Utut Adianto, Ahmad Basarah, dan Adian Napitupulu. Namun tak satu pun dari mereka memiliki rekam jejak hubungan emosional sekuat Hasto dengan Megawati.

Bagi banyak kader, Hasto bukan hanya seorang birokrat partai, tetapi juga wajah loyalitas terhadap Megawati dan garis ideologi partai. Hal ini menjadi faktor nonformal yang tak kalah penting dalam proses pengambilan keputusan di tubuh PDIP.

“Kedekatan dan kepercayaan itu menjadi aset yang sangat menentukan dalam keputusan politik PDIP,” tutup Arif.

Dengan berbagai sinyal dan momentum yang muncul di Kongres, banyak pihak meyakini bahwa posisi Hasto sebagai Sekjen belum akan tergantika, setidaknya dalam waktu dekat. Megawati tampaknya masih melihat Hasto sebagai sosok yang mampu menjaga stabilitas internal partai, terlebih dalam menghadapi dinamika politik pasca-Pemilu 2024.

(Redaksi)

1.061 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *