Respon Ancaman Penembakan pada Anies, Timnas AMIN Perkuat Koordinasi dengan Polisi
SOROTMATA.ID — Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) memberi tanggapan tegas terkait dengan ancaman penembakan pada calon presiden Anies Baswedan.
Timnas AMIN kini telah memperkuat koordinasi dengan pihak kepolisian terkait pengamanan usai munculnya ancaman penembakan tersebut.
“Soal pengamanan kita terus berkoordinasi dengan kepolisian, dengan aparat penegak hukum,” kata Juru Bicara Timnas Amin Surya Tjandra di Markas Pemenangan AMIN, Jakarta, Jumat (12/1).
Lebih lanjut ia menegaskan jika aparat penegak hukum tak boleh kompromi soal pengamanan AMIN sebagai capres-cawapres.
Terlebih, kata dia, apa yang dilakukan AMIN adalah amanat konstitusi yang telah dilindungi oleh undang-undang.
“Jadi mengawal beliau ini sama saja mengawal konstitusi. Jadi enggak ada kompromi untuk hal itu. Ya, kami berharap yang terbaik,” jelas dia.
Surya menilai, munculnya ancaman yang ditujukan kepada Anies sebagai pertanda elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu semakin menguat.
Ia mengibaratkan ancaman itu dengan pepatah semakin tinggi sebuah pohon semakin kencang angin menerpa.
“Kalau kami melihat, kenapa ini [ancaman] meningkat, ya, karena tampaknya AMIN lagi naik juga. Makin tinggi pohon, makin kuat anginnya,” ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, ramai di media sosial soal ancaman menembak calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan.
Ancaman penembakan terjadi di kolom komentar TikTok saat Anies sedang Live pada platform tersebut, pada akhir Desember 2023.
Pekan ini, foto tangkapan layar ancaman tersebut ramai beredar di media sosial lainnya seperti Twitter.
Terkait hal ini, Polisi dikabarkan telah i menangkap sosok diduga pemilik akun media sosial yang menuliskan komentar ancaman akan menembak Anies.
Menurut informasi, pelaku ditangkap di Jember, Jawa Timur, ketika tengah menuju Surabaya. Karo Penmas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko kemudian mengonfirmasi laporan itu dan menyebut polisi akan memberikan keterangan lebih lanjut.
“Benar. [Keterangan lebih lanjut] nanti akan disampaikan oleh Kadiv [Humas Polri],” ujar Trunoyudo kepada wartawan, Sabtu (13/1).
(*)
