Projo Sebut PDIP Berupaya Pisahkan Jokowi dan Prabowo, Adian Napitupulu Beri Tanggapan
SOROTMATA.ID – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP disebut berupaya memisahkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Hal ini sebagaimana disuarakan Bendahara Umum Projo, Panel Barus.
Panel mengatakan upaya partai banteng memisahkan Jokowi dan Prabowo terbaca dalam rekomendasi internal, eksternal, hingga pidato Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, di Rakernas V yang digelar akhir pekan lalu.
Ia juga menyinggung ada taktik pukul rangkul dari PDIP.
“Ada strategi belah bambu. Tapi gue yakin upaya itu akan gagal karena pak Prabowo dan Pak Jokowi ini solid. Mereka berdua punya misi yang sama Indonesia ke depan. Bukan cerita masa lalu,” kata Panel dihubungi pada Selasa, 28 Mei 2024.
Dalam keterangan yang sama, Panel menyoroti ada upaya PDIP mendegradasi pemerintahan Prabowo dengan menghidupkan narasi kecurangan pemilu 2024, dengan terstruktur, sistematis, dan masif.
Projo tidak mempermasalahkan apa pun sikap yang disampaikan PDIP dalam Rakernas. Namun kelompok relawan yang dua kali mendukung Jokowi sebagai Presiden ini, meminta PDIP tidak menjadi oposisi yang setengah hati.
Pernyataan dari Panel ini lantas mendapat tanggapan dari Politikus PDIP Adian Napitupulu.
Adian mengatakan tuduhan itu hanya sebatas imajinasi Panel Barus. Ia mengaku tidak tahu kalimat mana dari pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengarah kepada pecah belah hubungan Jokowi dan Prabowo.
“Gue enggak tahu Panel menyimpulkan itu dari kalimat yang mana. Dia enggan menyebutkan di kalimat ini tendensinya gimana, enggak ada. Jadi gue akan menganggap itu sebagai imajinasinya Panel aja,” kata Adian Senin (27/5) dilansir dari CNNIndonesia.
Adian menyatakan pada dasarnya perbedaan sikap antara Jokowi dan Prabowo sudah ada saat ini. Salah satunya terkait uang kuliah tunggal (UKT).
Ia menyebut perbedaan terlihat dari sikap Prabowo menolak kenaikan UKT yang ditetapkan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim. Belakangan, Presiden Jokowi telah membatalkan kenaikan itu.
“Faktanya perbedaan itu sudah terjadi ketika menteri Jokowi menaikkan UKT, Prabowo bilang sebaiknya jangan naik. Apakah perbedaan itu karena PDIP? Jangan rendahkan lah teman-teman mahasiswa ini. Atau Panel Barus mau katakan mahasiswa lah yang melakukan politik belah bambu?” kata Adian.
(*)
