Presiden Jokowi Tak Ucapkan Selamat HUT Partai NasDem, Pengamat Nilai Bentuk Kemarahan Terhadap Surya Paloh
SOROTMATA.ID – Partai NasDem merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 pada Jumat (11/11/2022) lalu.
Namun dalam perayaan HUT Partai NasDem ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak menghadiri bahkan tidak mengucapkan selamat.
Padahal sebelumnya Presiden Jokowi menyempatkan waktu untuk menghadiri perayaan HUT Partai Golkar dan Partai Perindo.
Hal ini dinilai pengamat merupakan bentuk kemarahan Preisiden Jokowi kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Hal itu dikatakan pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin.
Ujang mengatakan hubungan Jokowi dengan Surya Paloh terjadi kerenggangan setelah Partai Nasdem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal capres di Pilpres 2024 mendatang.
Menurut dia, keretakan itu bisa dilihat ketika perayaan puncak HUT Golkar ke-58.
Dalam sambutannya, Jokowi meminta agar parpol berhati-hati dan tidak sembrono dalam menentukan capres pada Pilpres 2024. Ujang melihat, kritik ini salah satunya ditujukan kepada Nasdem.
”Itu tentu dalam perspektif orang Jawa, itu marah besar dalam konteks Surya Paloh mendeklarasikan Anies (sebagai bakal capres dari Nasdem). Dan, terlihat juga di acara itu, Jokowi enggan dirangkul oleh Surya Paloh. Ini, kan, sinyal Jokowi sudah cuek dan marah,” kata Ujang dikutip dari Kompas.tv, Senin (14/11).
Selain itu, kata dia, bisa dikatakan itu sebagai antiklimaks hubungan Jokowi dan Nasdem yang selama ini memang sudah terlihat berjarak, berseberangan, dan beda pandangan.
”Saya melihat ini antiklimaks hubungan Jokowi dengan Nasdem karena persoalan Nasdem mengusung Anies Baswedan dan itu Pak Jokowi kelihatannya tidak suka dan tidak senang,” katanya.
Untuk itu, lanjut Ujang, saat ini sebenarnya bola di Paloh untuk terus membuktikan bahwa partainya akan berkomitmen penuh mendukung Jokowi hingga 2024.
Paloh harus bisa menahan kader-kadernya untuk tetap loyal, setia, dan taat pada arahan Presiden, bukan justru mengeluarkan pernyataan-pernyataan blunder yang semakin memperuncing hubungan Nasdem dengan Jokowi.
”Saya sih melihat, tentu Nasdem harus punya kebijakan khusus agar kader-kadernya mengamankan kebijakan Jokowi, tidak berseberangan dengan pemerintahan Jokowi karena Nasdem ada di pemerintahan,” ujar Ujang. (*)
