Pertamina Bakal Luncurkan Pertamax Green 92 untuk Gantikan Pertamax, Menteri ESDM Beri Respon
SOROTMATA.ID — PT Pertamina (Persero) berencana akan mengganti pertalite menjadi pertamax green 92.
Rencana pertamina ini lantas mendapatkan respon dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.
Arifin mengatakan pembaruan itu masih dalam kajian internal PT Pertamina (Persero).
Namun, ia menegaskan hal tersebut tidak akan terjadi pada tahun depan.
“Belum (pertalite akan hilang tahun depan). Nanti,” kata Arifin di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (1/9).
Ia menilai pengembangan pertalite menjadi pertamax green 92 belum memungkinkan. Sebab kata dia bahan baku etanol dari Indonesia sendiri belum cukup.
Arifin mengatakan saat ini perkebunan tebu untuk bahan baku etanol ada di Jawa Timur. Namun, itu belum cukup.
Oleh karena itu, pengembangannya harus diupayakan dengan bantuan teknologi dari Brasil.
“Nah kalau itu bisa, nanti itu rencana, ya kita lihat potensi pengembangannya di Papua. Karena dulu katanya bibit tebu itu asalnya dari Papua, pindah ke Portugis, baru ke Brazil. Nah sekarang balik ke habitatnya,” kata Arifin.
Diberitakan sebelumnya, irektur Utama Pertamina Nicke Widyawati akan meluncurkan Pertamax Green 92 pada tahun depan.
“Sehingga nantinya tahun depan hanya ada 3 produk, yang pertama adalah Pertamax Green 92 dengan mencampur RON 90 dengan 7% etanol kita sebut e7, kedua adalah Pertamax Green 95 mencampur Pertamax dengan 8% etanol, ketiga adalah Pertamax Turbo,” kata Nicke Widyawati di Komisi VII Jakarta, Rabu (30/8/2023).
Nicke Widyawati mengatakan langkah ini dilakukan pihaknya untuk menjalankan Program Langit Biru di mana pada tahap pertama BBM subsidi yang semula RON 88 menjadi RON 90.
“Ini kita lanjutkan sesuai dengan rencana Program Langit Biru tahap dua di mana BBM subsidi kita naikkan dari RON 90 ke RON 92,” katanya.
Langkah ini dilakukan sesuai dengan ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di mana BBM yang beredar minimum RON 91.
“Ini sudah sangat pas, satu aspek lingkungan menurunkan karbon emisi, kedua mandatori bioetanol ini bioenergi bisa kita penuhi, ketiga kita menurunkan impor gasoline,” pungkasnya.
(*)
