Penyelamatan Pilot Susi Air, Panglima TNI Enggan Gunakan Pendekatan Militer
SOROTMATA.ID – Upaya penyelamatan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens hingga saat ini belum membuahkan hasil.
Diketahui Philip Mark Mehrtens disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua sejak 7 Februari lalu.
Upaya penyelamatan pun masih terus dilakukan.
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memastikan pihaknya akan melakukan evakuasi dan penyelamatan pilot Susi Air tersebut.
Yudo menuturkan enggan melakukan pendekatan militer dalam upaya pembebasan Philip.
“Kemudian tadi pilot (Susi Air) tadi kita akan melaksanakan secara persuasif, kita tidak mau ada korban jiwa baik masyarakat, maupun pilot, sehingga tetap kita laksanakan dengan persuasif,” kata Yudo dalam jumpa pers pada Senin (20/3).
Yudo mengatakan pihaknya akan melibatkan kepala daerah terkait hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membantu proses penyelamatan. Dia menegaskan tidak akan menggunakan pendekatan militer dalam menyelesaikan persoalan ini.
“Tentunya mengandalkan dari Bupati Nduga, Pak bupati-bupati yang terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, semuanya kita kerahkan untuk membantu supaya bisa dilaksanakan secara persuasif tadi,” ucap Yudo lagi.
“Saya tidak mau pendekatan militer sehingga nanti akan timbul korban masyarakat maupun dari pihak-pihak yang lain sehingga supaya tetap dilaksanakan persuasif,” ujar dia menambahkan.
Tak hanya dalam kasus Susi Air, Yudo juga memastikan jajarannya akan mengedepankan cara-cara persuasif untuk melakukan penegakan hukum di Papua.
Berbicara soal keberadaan TNI di Papua, Yudo juga memastikan jajarannya dikerahkan ke Papua hanya untuk membantu tugas Polri menegakkan hukum di provinsi paling timur Indonesia itu.
“Pasukan TNI yang berada di Papua ini dalam rangka melaksanakan operasi penegakan hukum membantu Polri, sehingga TNI tidak ada penambahan, dan tetap seperti yang sekarang ini tergelar, baik yang organik maupun yang didatangkan dari luar papua,” kata Yudo.
(*)
