Jokowi Kebut Penerbitan 126 Juta Sertifikat Tanah, Jadi Tugas AHY
SOROTMATA.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, sebelum masa pemerintahannya berakhir, penyelesaian penerbitan 126 juta sertifikat tanah akan dikebut.
Pekerjaan itu ditugaskan ke Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.
Hal ini disampaikan Jokowi kala menyerahkan 10.323 sertifikat tanah elektronik kepada masyarakat di GOR Tawang Alun, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (30/4/2024).
Jokowi mengatakan jika target penerbitan 126 juta sertifikat tanah itu tidak tercapai, maka akan dilimpahkan kemerintahan selajutnya yang akan menyelesaikan sisanya.
“Beliau (Menteri ATR/BPR) sampaikan tahun ini mungkin sudah selesai 126 juta. Kalau meleset-meleset ya tahun depan lah. Presiden baru nanti bisa ngurus sisa sedikit,” kata Jokowi.
“Paling-paling tinggal sisanya 3 sampai 6 juta. Paling rampung tahun depan syukur-syukur bisa tahun ini semua, karena menterinya masih muda,” sambung Jokowi.
Presiden menjelaskan, di awal masa pemerintahannya, jumlah tanah yang belum mendapat sertifikat mencapai 126 juta bidang lahan.
Saat ini, sudah terdapat 46 juta dari 126 juta bidang lahan yang akhirnya tersertifikasi lewat upaya percepatan.
Ia telah meminta Kementerian ATR/BPN untuk bisa mencetak 10 juta sertifikat tanah per tahun dengan segala cara apapun.
Alhasil, dengan sertifikat tanah elektronik proses administrasi bisa mempersingkat proses administrasi.
Jokowi juga minta kepada masyarakat yang telah memiliki sertifikat untuk menjaga dengan sebaik-baiknya sertifikat yang telah diberikan.
Selain itu, sertifikat yang dimiliki harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang bersifat produktif.
“Saya titip ini disekolahkan tidak apa-apa, untuk jaminan tidak apa-apa, untuk agunan ke bank mboten nopo-nopo, (tidak apa-apa). Tapi kalau sudah dapat uang pinjaman itu, sekali lagi, 100 persen gunakan untuk modal usaha, sudah titip saya itu saja,” pungkas Jokowi.
(*)
