NASIONAL

Hadapi Dampak Gempa, Pemerintah Siapkan Stok Beras Lima Kali Lipat di NTT

SOROTMATA.ID  – Pemerintah tidak hanya mengandalkan ketersediaan stok beras untuk menghadapi dampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), tetapi juga mempercepat distribusi bantuan langsung ke wilayah terdampak.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah telah memperkuat stok beras di NTT hingga lima kali lipat.

Pemerintah memastikan cadangan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8).

“Ini kalau dihitung ada lima kali lipat ya (stok beras di NTT), lima kali lipat. Aman, aman. Stok kita 5,2 juta ton, aman, insyaallah aman,” kata Amran dalam konferensi pers di Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (18/8).

Bantuan Digerakkan Saat Hari Libur

Amran mengungkapkan pemerintah telah mengirimkan bantuan dengan nilai sekitar Rp100 miliar melalui anggaran penanganan bencana Bapanas.

Bantuan awal berupa beras, sementara pemerintah mempertimbangkan penambahan minyak goreng sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Baru kami mau berangkat hari ini atau besok, tapi bantuan kami sudah kirim sampai dengan hari ini kurang lebih Rp100 miliar, (saya) sebagai kepala Bapanas. Ada beras, baru beras, kemungkinan nanti minyak goreng, tapi kami turun ke lapangan langsung,” ujarnya.

Perum Bulog menjadi salah satu pihak yang menjalankan distribusi beras ke wilayah terdampak. Pemerintah bahkan langsung mengambil keputusan penyaluran pada hari terjadinya gempa meski saat itu bertepatan dengan hari libur.

“Barangnya ada di sana, Bulog sudah (kirim). Justru Sabtu saat bencana, hari libur kan hari Sabtu, langsung kami ambil keputusan. Yang butuh beras, Bulog, kami telepon Dirut Bulog (Ahmad Rizal Ramdhani). Yang butuh beras diberi, nanti tanda tangannya menyusul,” katanya.

Kebutuhan Pangan Tak Bisa Menunggu

Amran menegaskan pemerintah mendahulukan kebutuhan dasar masyarakat dibandingkan proses administratif. Karena itu, bantuan dapat disalurkan terlebih dahulu kepada warga yang membutuhkan, sedangkan dokumen administrasi menyusul.

“Malam baru saya tanda tangan karena ini kemanusiaan, enggak boleh ditunda. Makan itu enggak boleh ditunda. Jadi administrasinya menyusul, tapi kami sudah tanda tangan semua,” ucapnya.

Amran juga dijadwalkan meninjau langsung kondisi NTT sekaligus mengecek penyaluran bantuan. Selain penanganan bencana, ia akan melihat proyek strategis nasional yang berada di Flores.

“Proyek strategis nasional nanti kami cek, kami baru mau berangkat,” katanya lebih lanjut.

Pemprov NTT menetapkan status tanggap darurat gempa bumi selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026. Pemerintah memastikan dukungan pangan terus berjalan selama periode tersebut untuk menjaga kebutuhan masyarakat terdampak.

(*)

1.138 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *