BERITA

Meski Belum Diresmikan, Tugu Pesut Mahakam Jadi Ikon Baru Samarinda

SOROTMATA.ID – Tugu Pesut Mahakam yang berdiri megah di Simpang Mall Lembuswana, Samarinda kini menjadi salah satu ikon baru bagi Ibu Kota Kalimantan Timur ini.

Meskipun belum diresmikan, namun tugu ini telah mencuri perhatian masyarakat Samarinda.

Tugu ini menampilkan siluet Pesut Mahakam, mamalia langka yang hanya ditemukan di Sungai Mahakam dan kini semakin terancam punah.

Spesies pesut yang menjadi ikon alam Kalimantan Timur ini kini semakin terancam punah, sehingga keberadaan tugu ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya konservasi untuk melestarikan lingkungan dan satwa langka.

Dengan desain yang unik, Tugu Pesut Mahakam berdiri megah setinggi 8 meter dan terbuat dari konstruksi baja berlapis kabel plastik daur ulang.

Warna merah yang mencolok membuat tugu ini mudah dikenali, menjadikannya elemen estetika yang memperindah tampilan kota sekaligus sebagai pengingat akan pentingnya pelestarian fauna khas Sungai Mahakam.

Menurut Uwim Mursalim, Pejabat Pembuat Komitmen dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda, pembangunan tugu ini memiliki tujuan lebih besar yakni mengingatkan masyarakat akan pentingnya konservasi Pesut Mahakam yang jumlahnya semakin menurun.

“Tugu ini diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan,” ujar Uwim.

Walaupun tugu sudah bisa dinikmati oleh warga Samarinda, peresmian resminya masih menunggu arahan dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Namun, tidak diragukan lagi bahwa Tugu Pesut Mahakam telah menjadi simbol kebanggaan baru bagi kota Samarinda dan sebuah langkah penting dalam menjaga keanekaragaman hayati di Kalimantan Timur.

“Proyek pembangunan tugu ini menelan biaya sebesar Rp 1,1 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024,” ucapnya.

(*)

1.183 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *