Fadli Zon Sebut Sektor Pertanian Indonesia Tak Bisa Lepas dari Budaya
SOROTMATA.ID – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan pentingnya mengintegrasikan aspek budaya dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia.
Dalam acara Pembukaan Sekolah Tani ke-II, Fadli Zon, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI), menyampaikan bahwa masalah pertanian di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga erat kaitannya dengan budaya.
“Persoalan pertanian kita ini juga tidak pernah bisa dilepaskan dari persoalan budaya kita sehari-hari. Budaya kita adalah budaya agraris,” kata Fadli Zon di Jakarta, Sabtu (22/2/2025) dikutip dari Antara.
Dalam setiap melakukan proses penanaman maupun panen tani, lanjutnya, selalu ada berbagai macam upacara, doa-doa hingga ritual terkait penghargaan kepada Tuhan dan keberadaan alam yang memberikan kesuburan.
Mulai dari Aceh hingga Papua, seluruh daerah disebut memiliki kearifan-kearifan lokal yang sangat penting di sektor pertanian.
Sebagai contoh, di Bali terdapat sistem pengairan tradisional bernama subak yang mengatur irigasi untuk menanam padi.
“Ini juga merupakan best practice yang sangat penting, karena subak sudah menjadi bagian dari kearifan lokal yang diakui oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) sebagai bagian dari world heritage,” ungkap Fadli.
Begitu pula dengan sektor pangan yang sudah menjadi objek pemajuan kebudayaan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Menimbang hal tersebut, Kementerian Kebudayaan mendukung program-program pertanian yang berkaitan dengan budaya. Upaya diversifikasi pangan dan mengedepankan pangan-pangan lokal dinilai menjadi sangat penting.
“Misalnya, mereka makan produk kuliner dari bahan jagung, dari bahan sagu, dari bahan sorgum atau yang lain-lain. Ini akan menjadikan ada diversifikasi pangan juga dan pangan-pangan lokal ini akan semakin maju ke depan. Jadi, kita pasti akan berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian juga,” kata dia.
(*)
