AdvetorialDPRD Kota Samarinda

Rencana Pembangunan Insinerator, DPRD Samarinda Minta Perlu Dikaji Dampak Lingkungannya

SOROTMATA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terus mematangkan rencana pembangunan insinerator sebagai solusi untuk mengelola sampah harian.

Langkah ini diambil untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang semakin berat.

Rencananya, pembangunan akan dilakukan di 10 titik wilayah Samarinda. Tapi mengingat keterbatasan lahan, beberapa kecamatan yang berdekatan mungkin akan berbagi satu unit insinerator.

Rencana pembangunan insinerator  ini mendapat tanggapan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar mengatakan rencana ini perlu dikaji lebih mendalam terhadap dampak lingkungan.

Ia meminta Pemkot Samarinda untuk memastikan bahwa teknologi yang digunakan benar-benar ramah lingkungan dan tidak menyebabkan polusi udara.

“Kami mendukung program ini, tapi jangan sampai insinerator malah menimbulkan polusi udara atau kebisingan yang meresahkan warga,” ujar Deni.

Deni juga menyoroti rencana penganggaran sebesar Rp10 miliar untuk pembangunan insinerator di sepuluh kecamatan.

Menurutnya, pemilihan lokasi harus menjadi perhatian serius agar tidak menimbulkan keluhan masyarakat, seperti kasus yang pernah terjadi di Kota Bekasi akibat suara bising dari mesin insinerator.

Selain itu, ia mendorong Pemkot Samarinda untuk melibatkan DPRD dan masyarakat dalam setiap tahapan proyek ini, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

“Informasi yang kami terima menyebutkan teknologi yang digunakan beremisi karbon rendah. Namun, kami ingin ada penjelasan rinci agar masyarakat merasa tenang,” pungkasnya.

DPRD Samarinda meminta keterbukaan informasi dari Pemkot terkait spesifikasi teknologi insinerator, dampak jangka panjang terhadap lingkungan, serta sistem pengelolaan emisi.

(Adverorial)

1.165 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *