AdvetorialDPRD Kaltim

Prihatin Kasus Perundungan di Samarinda, Ananda Emira Moeis: Ini Alarm Sosial yang Serius

SOROTMATA.ID – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, mengaku prihatin atas kasus perundungan yang menimpa seorang siswi SD di Samarinda.

Diketahui, insiden tersebut terjadi pada Jumat, 2 Mei 2025, di kawasan Folder Haji Saleh, Kecamatan Loa Janan Ilir, dan menjadi viral setelah video pengeroyokan berdurasi 40 detik beredar luas di media sosial. Korban, siswi kelas 6 SD, mengalami luka fisik dan trauma psikologis akibat dikeroyok oleh sembilan pelajar SMP, tiga di antaranya kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Nanda sapaan karibnya mengungkapkan bahwa insiden ini tidak bisa dipandang sebagai kejadian biasa. 

Menurutnya, maraknya kasus bullying menunjukkan adanya masalah sosial yang lebih besar, terutama di kalangan remaja.

 “Saya merasa sedih mendengar maraknya kasus bullying di antara anak sekolah. Ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut mental dan psikis generasi yang akan datang,” ungkapnya, Jum’at (16/5/2025).

Selain itu, Nanda menyoroti kurangnya empati dan lemahnya kontrol sosial sebagai penyebab utama perilaku kekerasan di kalangan pelajar. Menurut Ananda, pendekatan edukatif harus menjadi langkah utama dalam menangani para pelaku.

 “Pelaku perundungan perlu diberikan pemahaman mengenai dampak psikologis yang mereka timbulkan pada korban,” tegasnya.

Nanda juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Dirinya menjelaskan bahwa komunikasi terbuka di rumah dan penanaman nilai moral sejak dini merupakan kunci mencegah kekerasan sejak usia muda.

“Ini kembali lagi kepada keluarga. Mereka adalah benteng pertama dalam membentuk karakter dan nilai-nilai positif pada anak,” jelasnya.

Kendati demikian, politisi dari partai PDI Perjuangan itu mendorong sekolah dan pemerintah daerah untuk memperkuat pendidikan karakter serta memperluas sosialisasi anti-bullying.

“Anak-anak kita harus merasa aman dan didukung, baik di rumah maupun di sekolah. Itu pondasi penting untuk menciptakan masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

(ADV/*)

1.053 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *