NASIONAL

Usut Kasus Dugaan Suap di Provinsi Papua, KPK Tegaskan Tak Takut dengan Backing Lukas Enembe

SOROTMATA.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap pembangunan infrastruktur di Provinsi Papua.

Kasus ini menjerat nama Gubernur Papua Lukas Enembe yang diduga menerima suap dalam proyek pembangunan infrastruktur.

Dalam mengusut kasu ini, KPK  menegaskan tidak akan takut dengan orang di belakang atau backing-an dari Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe.

Ketua KPK, Firli Bahuri menyebut KPK memiliki kekuatan secara lembaga dalam menindak siapa pun yang melakukan tindak pidana korupsi.

“Karena KPK dengan kekuatan yang dimiliki, tahu caranya mengeksekusi segala tindakan para pejabat yang selama ini mendapatkan ‘backing’ atau penjamin dari orang berkuasa,” katanya dalam keterangannya, Senin (16/1).

Lebih lanjut Firli mengatakan tidak ada backing yang lebih kuat dibandingkan undang-undang.

Menurutnya, tak ada alasan bagi KPK takut dengan para koruptor meski mereka memiliki dukungan dari orang hebat di negara ini.

“Tidak ada tempat yang aman bagi koruptor, kecuali di tempat penebusan dosa, yaitu rumah tahanan,” terangnya.

Dia menegaskan KPK bisa bekerja sama dengan banyak pihak untuk menghalau orang di balik para koruptor.

Apalagi, kata Firli, lembaga yang kini dia pimpin memiliki suara masyarakat sebagai senjata pemberantasan rasuah di Indonesia.

“KPK meminta bantuan semua pihak untuk bersama-sama melangkah membersihkan korupsi dari negeri ini, jangan ada penundaan dalam niat membersihkan korupsi dengan kerja sama kolektif,” tutupnya.

Dalam kasus ini Lukas Enembe diduga menerima suap atau gratifikasi sebesar Rp10 miliar. KPK juga telah memblokir rekening dengan nilai sekitar Rp76,2 miliar.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *