Netanyahu Tegaskan Sikap Israel Usai Kesepakatan Damai AS–Iran
SOROTMATA.ID – Pengumuman kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran langsung memicu perhatian pasar global.
Salah satu sorotan datang dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Netanyahu menegaskan bahwa Israel tetap berfokus pada pencegahan Iran agar tidak pernah memiliki senjata nuklir, meskipun Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan damai.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin (15/6), Netanyahu menyampaikan sikap keras Israel terkait keamanan nasionalnya.
“Yang terpenting adalah kita telah menyelamatkan negara Israel dari ancaman pemusnahan oleh nuklir,” kata Netanyahu, seperti dikutip AFP.
Netanyahu juga menegaskan bahwa tujuan utama Israel tetap tidak berubah, yaitu memastikan Iran tidak memiliki kemampuan nuklir militer, terlepas dari perkembangan diplomatik yang terjadi antara Washington dan Teheran.
Dalam pernyataannya, Netanyahu membela keputusan Israel untuk melancarkan kampanye militer terhadap Iran, meskipun langkah tersebut menuai kritik internasional karena berdampak pada kenaikan harga minyak dunia.
Ia menyebut operasi militer tersebut sebagai tindakan yang justru menyelamatkan Israel dari ancaman besar.
Menurutnya, tindakan militer Israel telah mencegah potensi “bencana nuklir” yang bisa mengancam keberadaan negara tersebut.
Trump Umumkan Kesepakatan Damai AS–Iran
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan damai. Trump menyatakan bahwa blokade militer AS di kawasan Selat Hormuz telah dihentikan sebagai bagian dari implementasi perjanjian tersebut.
“Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat,” tulis Trump, seperti dilansir CNN.
Ia juga menyampaikan optimisme mengenai dampak kesepakatan tersebut terhadap stabilitas energi global.
“Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!” sambung Trump.
Pengumuman kesepakatan damai itu muncul setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Trump kemudian mengonfirmasi kabar tersebut melalui platform Truth Social miliknya.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua!” kata Trump.
Kesepakatan tersebut juga disebut akan ditandatangani secara resmi pada 19 Juni mendatang, yang diharapkan menjadi langkah awal menuju stabilitas baru di kawasan Timur Tengah dan pemulihan perdagangan energi global.
Meski kesepakatan damai diumumkan, respons dari berbagai pihak masih menunjukkan ketegangan geopolitik yang belum sepenuhnya mereda. Israel tetap mempertahankan sikap keras terhadap Iran dan menegaskan bahwa ancaman nuklir harus tetap menjadi prioritas utama keamanan nasionalnya.
Sementara itu, perkembangan ini menandai fase baru hubungan Amerika Serikat dan Iran. Namun implementasi kesepakatan masih akan menjadi tantangan utama dalam beberapa waktu ke depan.
(*)
