INTERNASIONAL

Sinyal Damai Rusia – Ukraina, Putin Buka Peluang Dialog dengan Zelensky

SOROTMATA.ID – Perang Rusia–Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun kini menandatakan tanda-tanda akan berakhir.

Hal ini setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut konflik tersebut mulai memasuki fase akhir. 

Putin menyampaikan ini saat menghadiri peringatan Hari Kemenangan di Moskow pada Minggu (10/05/2026).

Dalam keterangannya kepada media, Putin menyatakan kesiapan untuk membuka jalur dialog langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ia bahkan menyebut Moskow atau lokasi netral sebagai tempat potensial untuk pertemuan tersebut.

“Saya pikir masalah ini akan segera berakhir,” kata Putin, menyinggung konflik yang telah menjadi salah satu perang paling berdampak di Eropa sejak Perang Dunia II.

Negosiasi Harus Masuk Tahap Akhir

Meski membuka peluang perundingan, Putin tetap menegaskan bahwa dirinya tidak akan bertemu Zelensky sebelum para pihak menyepakati seluruh kerangka perdamaian. Ia menekankan bahwa pertemuan tingkat tinggi tidak boleh menjadi bagian awal proses negosiasi.

“Ini harus menjadi poin akhir, bukan negosiasi itu sendiri,” ujar Putin dalam pernyataan resminya usai upacara Hari Kemenangan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Rusia tetap mempertahankan kontrol ketat atas jalur diplomasi, meskipun mulai mengisyaratkan keterbukaan terhadap dialog langsung dengan Kyiv.

Tuduhan terhadap Barat Kembali Menguat

Dalam kesempatan yang sama, Putin kembali melontarkan kritik terhadap negara-negara Barat. Ia menuduh mereka memperpanjang perang melalui dukungan militer dan politik kepada Ukraina.

Menurutnya, eskalasi konflik terjadi karena keterlibatan aliansi NATO yang terus memperluas pengaruhnya ke wilayah Eropa Timur. Ia menegaskan bahwa Rusia merespons tekanan tersebut, bukan memulainya.

“Mereka mulai meningkatkan konfrontasi dengan Rusia, yang berlanjut hingga hari ini,” ujar Putin.

Ia juga menyebut bahwa Barat sempat berharap Rusia akan mengalami kekalahan besar, tetapi skenario tersebut tidak pernah terjadi.

“Dan kemudian mereka terjebak dalam alur itu, dan sekarang mereka tidak bisa keluar darinya,” tambahnya.

Wacana Keamanan Baru Eropa

Selain membahas Ukraina, Putin juga mengusulkan pembahasan ulang arsitektur keamanan di Eropa. Ia menyatakan kesiapan untuk berdialog dengan sejumlah tokoh politik Eropa, termasuk mantan Kanselir Jerman Gerhard Schröder.

Namun, rencana tersebut memicu perhatian karena Schröder dikenal memiliki hubungan dekat dengan Rusia dan kerap menuai kritik di Jerman atas sikap politiknya.

Respons dan Dinamika Internasional

Laporan dari media internasional seperti Al Jazeera menilai bahwa pernyataan Putin mencerminkan kombinasi antara sinyal deeskalasi dan tekanan politik yang tetap kuat. Para analis menilai bahwa peluang damai tetap terbuka, tetapi sangat bergantung pada kompromi antara Rusia, Ukraina, serta negara-negara Barat.

Dengan perkembangan terbaru ini, konflik Rusia–Ukraina kembali memasuki fase diplomatik yang kompleks. Dunia kini menunggu apakah sinyal dari Moskow akan benar-benar berubah menjadi langkah konkret menuju perundingan damai atau hanya menjadi bagian dari strategi politik di tengah perang yang masih berlangsung.

Pernyataan Putin muncul ketika Rusia dan Ukraina mulai menjalankan gencatan senjata tiga hari dan sepakat menukar 1.000 tahanan. Langkah itu memunculkan harapan baru terhadap kemajuan diplomatik.

Tak lama setelah pengumuman tersebut, Zelensky memastikan Ukraina akan ikut dalam kesepakatan itu. Media Pemerintah Rusia juga melaporkan Moskow menyetujui proposal yang diajukan Washington.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut dirinya secara langsung meminta kedua pihak menyetujui gencatan senjata tersebut. Trump juga mengapresiasi persetujuan Putin dan Zelensky.

“Saya dengan senang hati mengumumkan akan ada gencatan senjata tiga hari, 9 hingga 11 Mei, dalam perang antara Rusia dan Ukraina,” tulis Trump di media sosial Truth Social, Sabtu (9/5/2026).

Trump juga mengatakan, pembicaraan untuk mengakhiri perang terus berlangsung dan menyebut dunia “semakin dekat” menuju akhir konflik. “Semoga ini menjadi awal dari berakhirnya perang yang panjang, mematikan dan brutal,” katanya.

Sebelumnya, Putin lebih dulu mengumumkan gencatan senjata pada 8–9 Mei menjelang parade Hari Kemenangan di Moskow.

(*)

1.165 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *