KAHMI Konsolidasikan Peran Intelektual Muslim Lewat Majelis Nasional
SOROTMATA.ID — Majelis Nasional (MN) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) resmi dibuka.
Pembukaan MN KAHMI ini berlangsung di Gedung Menko 3, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Sabtu (8/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung hingga 10 November itu menjadi forum penting untuk memperkuat silaturahmi, memperdalam pemikiran, dan mengonsolidasikan peran intelektual muslim dalam mendukung pembangunan nasional.
Ratusan peserta dari berbagai wilayah hadir memenuhi ruang utama acara. Mereka berasal dari Majelis Wilayah (MW) dan Majelis Daerah (MD) KAHMI se-Kalimantan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Bali. Tak hanya para alumni, kader-kader muda Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) juga turut menyemarakkan suasana, menjadikan forum ini ajang lintas generasi antara tokoh-tokoh senior dan kader penerus perjuangan Islam intelektual.
Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HMI. Dalam sambutannya, Koordinator Presidium MN KAHMI menekankan pentingnya kehadiran KAHMI sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang mampu menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus keindonesiaan di tengah perubahan besar bangsa, termasuk pembangunan IKN.
“KAHMI harus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang menjaga nilai keislaman dan keindonesiaan dalam setiap aspek pembangunan nasional,” ujarnya tegas di hadapan peserta.
Ia menambahkan, kehadiran Ibu Kota Nusantara bukan hanya simbol pemerataan pembangunan, tetapi juga ujian bagi seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berkeadilan, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Dalam konteks ini, alumni HMI diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata melalui gagasan dan aksi kolaboratif lintas sektor.
Salah satu peserta yang turut hadir, Ketua Umum HMI Komisariat Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Muhammad Bayu Anggara, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari peristiwa bersejarah tersebut.
“Kami merasa terhormat bisa hadir dalam pembukaan Majelis Nasional KAHMI di IKN. Ini menjadi momen penting bagi kami, kader HMI, untuk belajar dan mengambil inspirasi dari para alumni yang telah berkiprah di berbagai bidang,” ungkapnya kepada Diksi.co, Senin (10/11/2025).
Menurut Bayu, kehadiran KAHMI di jantung Ibu Kota Nusantara menjadi bukti bahwa peran intelektual muslim masih sangat relevan dan dibutuhkan untuk membangun arah bangsa ke depan. “IKN bukan sekadar proyek fisik, tapi simbol masa depan peradaban Indonesia. Di sinilah peran kader HMI dan alumni diuji,” tambahnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, MN KAHMI menghadirkan sejumlah forum strategis yang membahas isu-isu kebangsaan dan keumatan. Di antaranya diskusi bertema Pembangunan Berkelanjutan dan Etika Kepemimpinan Muslim, Kontribusi Intelektual Islam terhadap Peradaban Nusantara, serta Transformasi KAHMI dalam Era Digital dan IKN. Para narasumber berasal dari berbagai latar belakang: akademisi, birokrat, hingga tokoh masyarakat yang pernah aktif di HMI.
Salah satu agenda menarik terjadi pada hari kedua pelaksanaan, ketika panitia menggelar seremonial penyerahan sertifikat tanah untuk Majelis Nasional KAHMI yang berlokasi di kawasan Center Ibu Kota Nusantara. Tanah tersebut akan menjadi pusat aktivitas KAHMI secara nasional — simbol hadirnya peran alumni HMI di episentrum pembangunan Indonesia masa depan.
Selain diskusi dan konsolidasi gagasan, acara juga menjadi ajang silaturahmi antar generasi HMI. Banyak alumni senior yang berbagi pengalaman dan refleksi kepada kader muda, mulai dari perjuangan organisasi di masa lalu hingga tantangan kontemporer seperti polarisasi sosial, digitalisasi, dan krisis etika publik.
Menurut salah satu peserta dari Majelis Daerah KAHMI Balikpapan, kehadiran forum seperti ini penting untuk memperkuat jaringan dan semangat kebersamaan. “KAHMI tidak boleh kehilangan ruh intelektualnya. Forum ini mengingatkan kita bahwa perjuangan membangun bangsa harus disertai dengan integritas dan nilai keislaman,” ujarnya.
Majelis Nasional KAHMI di IKN ini juga menjadi ruang aktualisasi gagasan tentang Islam moderat dan kemajuan bangsa. Dengan latar belakang peserta dari berbagai provinsi, forum ini menegaskan bahwa KAHMI memiliki potensi besar untuk menjadi wadah pemersatu gagasan lintas daerah, suku, dan generasi.
Penutupan kegiatan dijadwalkan berlangsung Senin malam, dengan pembacaan hasil rekomendasi forum dan deklarasi komitmen bersama alumni HMI untuk turut mengawal pembangunan IKN secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, KAHMI menegaskan kembali eksistensinya bukan hanya sebagai organisasi alumni, tetapi juga sebagai komunitas intelektual muslim yang siap berperan aktif dalam membangun peradaban Nusantara yang berkeadilan, berkemajuan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Majelis Nasional KAHMI di IKN 2025 pun menjadi bukti bahwa semangat keislaman dan keindonesiaan masih menyala di tengah generasi intelektual muslim, sekaligus menandai babak baru peran KAHMI dalam perjalanan panjang bangsa menuju masa depan Nusantara.
(*)
