DPRD Kaltim Desak Evaluasi Aktivitas Tambang Pasca Longsor di Sanga-sanga
SOROTMATA.ID — Peristiwa longsor yang terjadi di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara, memicu keprihatinan mendalam dari DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Bencana tersebut tidak hanya memutus akses vital warga, tetapi juga menimbulkan sorotan terhadap aktivitas tambang di sekitar wilayah terdampak.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Achmad Reza Fachlevi, menekankan evaluasi menyeluruh terhadap operasional perusahaan tambang di sekitar lokasi longsor.
Ia menyoroti perubahan struktur tanah dan berkurangnya vegetasi alami akibat eksploitasi lahan yang tak terkendali sebagai faktor yang memperparah kerentanan bencana.
“Kami mendesak agar pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan kajian komprehensif terhadap penyebab longsor ini, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan aktivitas tambang di sekitar Kelurahan Pendingin,” ungkap Reza sapaan karibnya, Senin (16/6/2025).
Longsor tersebut telah menyebabkan terganggunya jalur utama warga, memperlambat mobilitas masyarakat serta menghambat aktivitas ekonomi dan distribusi barang di kawasan tersebut. Reza menyebutkan bahwa DPRD Kaltim akan mendorong percepatan pemulihan infrastruktur dan meninjau ulang kebijakan tata ruang di daerah sekitar tambang.
“Kami ingin memastikan bahwa semua aktivitas tambang mematuhi standar operasional yang ketat dalam menjaga ekosistem sekitar. Jangan sampai keuntungan industri mengorbankan keselamatan warga,” kata Reza.
Untuk itu, politisi dari Gerindra itu berkomitmen untuk terus mengawal proses pemulihan pasca-longsor serta mempercepat dialog dengan pemerintah daerah dalam rangka memperkuat perlindungan lingkungan.
“DPRD Kaltim bertanggung jawab memastikan keamanan dan kesejahteraan warga. Kami akan terus mendorong kebijakan yang berpihak kepada rakyat, termasuk dalam mitigasi bencana dan penataan industri ekstraktif yang berorientasi pada kelestarian lingkungan,” pungkasnya.
(ADV/*)
