Bencana Longsor di Lempake Sebabkan Seorang Ibu Meninggal Dunia, Dua Anak Masih Hilang
SOROTMATA.ID – Bencana longsor yang melanda kawasan Jalan Belimau, RT 22, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, telah menewaskan seorang ibu dan menyebabkan dua anak perempuannya hilang.
Kejadian tragis ini terjadi pada Senin saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Jenazah sang ibu ditemukan di dalam rumah kontrakan yang tertimbun material longsor sekitar pukul 15.24 WITA.
Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso.
Proses pencarian korban dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD, relawan, TNI, Polri, dan warga setempat.
“Menurut keterangan dari keluarga, saat longsor terjadi, ada tiga orang di dalam rumah: ibu dan dua anak perempuannya. Kami berhasil menemukan sang ibu, namun dua anaknya masih belum ditemukan,” ujar Suwarso saat ditemui di lokasi kejadian.
Evakuasi dilakukan dengan bantuan alat berat berupa dua unit eksavator untuk mengangkat tumpukan tanah dan puing bangunan yang menimbun rumah-rumah warga. Proses ini cukup menantang mengingat kondisi tanah yang labil dan cuaca yang kurang bersahabat.
Longsor yang terjadi di kawasan tersebut menyebabkan dampak cukup signifikan. Setidaknya empat rumah warga terdampak langsung. Dua bangunan rata dengan tanah, dua lainnya mengalami tertimbun sebagian, dan satu rumah mengalami kerusakan berat akibat dorongan tanah yang kuat.
Suwarso menyatakan bahwa hingga kini pihaknya masih berfokus pada pencarian dua korban anak-anak yang masih hilang.
“Kami berharap cuaca tetap mendukung agar proses evakuasi berjalan lancar. Harapan kami, kedua korban lainnya bisa segera ditemukan,” tuturnya.
Bencana ini mengundang keprihatinan masyarakat luas, terlebih karena terjadi di kawasan pemukiman padat yang berada di lereng bukit. Sejumlah pihak mulai menyerukan perlunya penataan ulang kawasan rawan longsor dan peningkatan sistem peringatan dini untuk mencegah jatuhnya korban jiwa di masa mendatang.
(tim redaksi)
