KALTIM

Sekolah Terdampak Bencana dan Wilayah 3T di Kaltim Jadi Prioritas Revitalisasi

SOROTMATA.ID – Pemerintah terus memperkuat upaya pemerataan kualitas pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang menjangkau ratusan sekolah di Kalimantan Timur.

Program ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan memadai bagi siswa, termasuk di sekolah yang terdampak bencana maupun berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Melalui program tersebut, pemerintah pusat mendorong perbaikan sarana dan prasarana pendidikan agar seluruh peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan berkualitas.

Bantuan mencakup perbaikan bangunan sekolah, penyediaan fasilitas pendukung, hingga pembangunan ruang kelas baru sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur, Jarwoko, mengatakan pemerintah memberikan perhatian khusus kepada sekolah yang membutuhkan penanganan mendesak, terutama yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Salah satu sekolah yang merasakan manfaat program ini adalah SMPN 2 Samarinda. Sebelumnya, sekolah tersebut mengalami kebakaran yang menghanguskan sekitar delapan ruang kelas sehingga membutuhkan penanganan untuk mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

“Kita segera merespons, karena kalau kebakaran masuk kategori bencana, jadi yang bencana itu harus diprioritaskan,” kata Jarwoko, Jumat (16/10/2026).

Perbaikan Fasilitas untuk Mendukung Kenyamanan Belajar

Program revitalisasi tidak hanya berfokus pada pemulihan bangunan yang rusak akibat bencana. Pemerintah juga menyasar sekolah dengan kondisi fasilitas yang belum memadai, seperti bangunan kelas rusak berat dan satuan pendidikan yang belum memiliki toilet layak.

Selain itu, pemerintah memfasilitasi pembangunan ruang kelas baru bagi sekolah yang mengalami kelebihan kapasitas murid. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tampung sekolah sekaligus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak usia sekolah.

Jarwoko menilai ketersediaan fasilitas yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Dengan ruang belajar yang lebih nyaman, siswa diharapkan dapat mengikuti pelajaran secara optimal.

Menjangkau Sekolah Negeri dan Swasta

Pelaksanaan program revitalisasi mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tentang Percepatan Perbaikan Fasilitas Melalui Revitalisasi. Kebijakan tersebut membuka kesempatan bagi sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, baik negeri maupun swasta, untuk mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan dan prioritas yang ditetapkan.

“Itu diberikan kepada semua sekolah, baik negeri maupun swasta,” terangnya.

Tidak hanya memperbaiki bangunan, program ini juga mencakup pengadaan mebel atau perabot sekolah berdasarkan kebutuhan yang diajukan masing-masing satuan pendidikan. Dengan dukungan tersebut, sekolah diharapkan dapat melengkapi sarana pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Verifikasi Lapangan untuk Memastikan Bantuan Tepat Sasaran

BPMP Kaltim turut memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai kebutuhan melalui verifikasi data pokok pendidikan (Dapodik) secara langsung di lapangan. Tim melakukan pemeriksaan untuk mencocokkan data pengajuan dengan kondisi faktual sekolah sehingga bantuan dapat menjangkau satuan pendidikan yang benar-benar membutuhkan.

Mengenai jumlah sekolah penerima manfaat di Kalimantan Timur, Jarwoko memperkirakan program revitalisasi telah menjangkau ratusan satuan pendidikan, meskipun ia belum dapat memastikan angka keseluruhannya.

“Banyak ya, tapi saya tidak hafal betul datanya. Mungkin ada sekitar ratusan sekolah yang direvitalisasi,” sebutnya.

Ia menambahkan, pemerintah tetap memprioritaskan sekolah terdampak bencana dan satuan pendidikan yang berada di wilayah 3T, terutama daerah dengan keterbatasan akses layanan pendidikan.

“Jadi kalau kena bencana, itu diprioritaskan ya. Terus yang kedua, prioritasnya adalah daerah-daerah 3T ya. Daerah 3T itu yang tidak terjangkau, dia dapat prioritas,” pungkasnya.

(*)

1.156 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *