RAGAM

Partai Ummat Bentangkan Bendera di Masjid, Bawaslu: Tempat Ibadah Bukan Milik Parpol Tertentu

SOROTMATA.ID – Heboh soal Partai Ummat bentangkan bendera di masjid di Cirebon, Jawa Barat turut mendapatkan tanggapan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja menegaskan tempat ibadah bukan milik partai politik tertentu.

“Tempat ibadah, gereja, pura, wihara adalah milik bersama, bukan milik salah satu parpol tertentu ataupun peserta pemilu tertentu,” kata Bagja dalam jumpa pers di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Kamis (5/1).

Bagja lantas menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh kader Partai Ummat dalam membentangkan bendera partai di masjid.

Oleh karenanya, Bagja mengimbau agar semua pihak tidak memanfaatkan tempat ibada sebagai lokasi kegiatan politik praktis.

Terkait kegiatan Partai Ummat, Bawaslu akan turun tangan. Bawaslu telah menerjunkan tim untuk mengecek kebenaran hal itu.

“Pada saat ini, kita akan investigasi ke Cirebon menyangkut pembentangan bendera partai di dalam masjid,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, heboh kader Partai Ummat bentangkan bendera partai politik di Masjid At-Taqwa Kota Cirebon.

Hal tersebut kemudian dijelaskan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Ummat Nazaruddin.

Nazaruddin mengatakan dirinya mendapat laporan bahwa kejadian itu di Masjid At-Taqwa pada 1 Januari 2023.

Nazaruddin menjelaskan, itu adalah momen para kader menggelar sujud syukur setelah Partai Ummat resmi dinyatakan KPU lolos menjadi peserta Pemilu 2024.

“Penjelasan yang saya terima dari Ketua DPD Kota Cirebon konteks peristiwanya adalah, pada tanggal 1 januari 2023 setelah Partai Ummat dinyatakan lolos sebagai peserta pemilu, pengurus DPD Kota Cirebon menggelar sujud syukur di Masjid At-Taqwa. Jadi aktivitasnya adalah sujud syukur di masjid,” kata Nazaruddin kepada wartawan, Kamis (5/1/2023).

Lanjut Nazaruddin mengatakan, jika bendera yang dibentangkan tersebut dilakukan secara spontan oleh kader.

Ia juga mengatakan, jika foto tersebut hanya digunakan untuk kebutuhan internal partai.

“Selama acara berlangsung tidak ada acara lain selain sujud syukur. Setelah selesai acara sujud syukur selesai, secara spontan kemudian para pengurus berfoto bersama. Kebetulan salah satu pengurus karena tidak memakai baju yang bernuansa warna partai menutup pakaiannya dengan atribut partai yang kemudian digunakan dalam foto bersama. Foto itu untuk kebutuhan internal,” ujarnya.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *