POLITIK

Tak Penuhi Janji Kampanye ke Masyarakat Jadi Alasan Lucky Hakim Mundurkan Diri dari Wakil Bupati Indramayu 

SOROTMATA.ID – Wakil Bupati Indramayu periode 2021-2026, Lucky Hakim memutuskan untuk mundur dari jabatannya.

Lucky Hakim juga mengaku telah mengirim surat pengunduran diri ke DPRD tembusan ke Menteri Dalam Negeri, Gubernur Jawa Barat dan Bupati Indramayu.

Lantas apa yang menjadi sebab Lucky Hakim memutuskan untuk mengundurkan diri?

Kepada wartawan, Lucky blak-blakan mengungkapkan alasan mundur. Dia merasa gagal dan tidak memenuhi janji-janjinya ketika masa kampanye.

“Apa sih janji-janjinya. Ini yang saya ingat ya, Bapak-bapak ibu-ibu pilih saya, insya Allah nanti guru ngaji, imam masjid, imam musala, akan digaji Rp1 juta. Kenaikan tunjangan untuk 6.000 guru honorer, yang sekarang gajinya mungkin sekitar Rp300 sampai Rp400 ribu, kita naikan jadi Rp1,5 juta,” kata Lucky Hakim Dikutip dari KapanLagi.com.

Bukan hanya itu, dia bersama Bupati Indramayu Nina Agustina saat itu pernah menjanjikan beasiswa, membangun sekolah, hingga pembangunan jalan di daerah Indramayu.

“Belum lagi beasiswa untuk 100 murid ke perguruan tinggi, membangun sekolah pertanian gratis, ambulans gratis untuk desa. Ada 300 desa, berarti harus ada 300 ambulans dong. Itu janji yang keluar dari mulut saya,” tuturnya.

“Persalinan gratis, membangun jalan beton hingga poros desa sepanjang 1500 kilometer. Akan membedah 5000 rumah orang yang tidak mampu. Membangun lapangan bola di setiap desa,” tambah Lucky Hakim.

Namun hingga saat ini, janji-janji yang ia sampaikan saat kampanye belum juga terealisasi.

“Tapi pada kenyataannya tidak tercapai. Dan saya tidak bisa bohong karena semuanya sekarang ini transparan dan saya merasa saya telah gagal,” katanya.

Dia mengaku hal itu merupakan kesalahannya sebagai wakil bupati Indramayu. Maka dari itu, dia pun meminta maaf kepada masyarakat Indramayu karena belum memenuhi janjinya tersebut.

“Saya tahu diri ini kesalahan saya, dan saya minta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Indramayu karena tidak bisa memenuhi janji saya. Berharap Allah mengampuni saya, dan masyarakat Indramayu memaafkan saya,” aku Lucky.

Lucky mengaku resmi mengajukan pengunduran diri pada tanggal 13 Februari lalu.

Lucky Hakim mengatakan, ada 90 program yang dia janjikan bersama pasangannya kala itu. Lucky mengaku malu jika tetap bertahan dengan segala fasilitas mewah yang diberikan, sementara janji-janjinya ketika kampanye tidak tercapai.

“Karena saya merasa digaji, dibayar oleh uang rakyat, khususnya masyarakat Indramayu, apalagi masyarakat di sana 50 persen petani, nelayan. Ketika semua yang dijanjikan tidak tercapai, betapa malunya saya ini kalau tetap bertahan sebagai wakil bupati,” kata Lucky Hakim.

“Sekadar informasi aja, untuk uang makan minum aja seorang wakil bupati sampai lebih dari Rp100 juta per bulan. Di luar gaji, fasilitas. Padahal sudah dapat tunjangan, listrik aja gratis. Take home pay itu bisa sampai lebih dari Rp200 juta per bulan,” bebernya.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *