Babak Baru Polemik di Internal Golkar, Mantan Sekjen Partai Goyang Posisi Airlangga Hartarto
SOROTMATA.ID – Kisruh di interal Partai Golkar kini memasuki babak baru. Ada sejumlah kader senior mendorong pergantian Ketua Umum Airlangga Hartarto dari kursi ketua umum melalui Munaslub.
Terbaru, bekas Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham turut menyuarakan desakan agar Airlangga Hartarto mundur dari jabatan ketau umum partai berlambang pohon beringin itu.
Idrus muncul bersama sejumlah politisi Golkar yang mengatasnamakan Tim Pemrakarsa Penggerak Kebangkitan Golkar saat jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (27/7) kemarin.
Ia berharap para kader partai Golkar harus menyadari ada kasus yang diduga melibatkan Airlangga beberapa waktu terakhir.
Salah satunya lantaran Airlangga sempat diperiksa Kejaksaan Agung sebagai saksi dalam kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah beberapa waktu lalu.
Idrus lantas meminta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar tak takut untuk mengganti Airlangga.
“Enggak usah takut DPD I itu kalau ketua umumnya diganti, yang penting ada tidak kesadaran besar untuk melihat ada kasus-kasus yang mengaitkan ketum,” ujar Idrus.
Namun usulan pergantian Airlangga dari ketua Umum Partai Golkar ini mendapatkan penolakan dari Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical
Ical mengajak seluruh kader menolak tegas wacana musyawarah luar biasa (munaslub) untuk mengganti Ketua Umum Airlangga Hartarto.
Ical mengapresiasi seluruh pengurus DPD Golkar tingkat I dan II tetap solid dan konsisten mendukung kepemimpinan Airlangga serta menjunjung tinggi hasil keputusan Munas 2019 dan Rapimnas 2021.
Selaku Ketua Dewan Pembina yang terpilih secara aklamasi pada Munas 2019, Ical mengaku selalu berkomunikasi dengan Airlangga Hartarto sekaligus memonitor perkembangan terkini Golkar.
“Saya meminta seluruh kader bersatu, menyampingkan, dan menolak dengan tegas tindakan kontraproduktif, seperti wacana munaslub,” kata Ical, Jumat (28/7) dikutip dari Antara.
Ical mengatakan desakan munaslub yang disampaikan beberapa kader adalah langkah kontraproduktif yang bertujuan melemahkan Golkar menjelang Pemilu 2024.
“Saya mengimbau kepada seluruh kader Golkar bersatu dan merapatkan barisan di bawah kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto untuk menyukseskan tugas-tugas pemerintahan sampai 2024 dan melakukan konsolidasi partai di segala lini untuk memenangkan pemilu legislatif dan presiden,” ujarnya.
Ical meminta kader menghormati keputusan Munas Golkar 2019 yang kemudian diperkuat kembali lewat Rapimnas Golkar 2021 bahwa Munas digelar pada 2024.
“Saya meminta seluruh kader Golkar menaati keputusan munas sebagai keputusan final dan tertinggi partai,” katanya.
(*)
