Pecat Xabi Alonso, Real Madrid Tunjuk Alvaro Arbeloa sebagai Pelatih Utama
SOROTMATA.ID – Real Madrid mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso setelah timnya kalah 2-3 dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol di Arab Saudi, Senin, 12 Januari 2026. Klub menyampaikan keputusan itu melalui pernyataan resmi sehari kemudian.
“Real Madrid mengumumkan bahwa Xabi Alonso tidak lagi menjadi pelatih tim utama. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara pihak klub dan sang pelatih,” tulis Madrid dalam pernyataan resminya, Selasa, 13 Januari 2026, seperti dikutip dari Antara.
Manajemen Los Blancos menegaskan penghormatan kepada Alonso, yang pernah menjadi gelandang andalan klub.
“Klub menegaskan bahwa Alonso akan selalu mendapat tempat istimewa di hati para Madridista, mengingat statusnya sebagai legenda Los Blancos yang senantiasa merepresentasikan nilai-nilai klub. Real Madrid akan selalu menjadi rumah baginya.”
Keputusan ini muncul di tengah periode sulit Madrid. Selain gagal di Supercopa, Los Blancos juga tertinggal empat poin dari Barcelona dalam klasemen sementara LaLiga. Hasil tersebut mendorong manajemen untuk mengambil langkah tegas, meski Alonso baru memimpin tim sejak Juni 2025.
Kini, manajemen menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai nakhoda baru untuk memimpin tim utama Los Blancos. Keputusan ini dianggap sebagai pertaruhan besar bagi sosok yang dinilai sangat memahami nilai-nilai klub.
Bukan Pelatih Sementara Los Blancos
Status Alvaro Arbeloa di Santiago Bernabeu dipastikan bukan sebagai pelatih sementara atau sekadar pengisi posisi kosong. Pria berumur 42 tahun ini secara resmi menjabat sebagai pelatih kepala tetap tim utama Real Madrid.
Pihak klub tidak menyebutkan adanya pencarian manajer baru, yang berarti Arbeloa adalah suksesor permanen bagi Xabi Alonso. Kepercayaan ini sebenarnya sudah mulai muncul sejak musim panas lalu ketika Carlo Ancelotti memutuskan hengkang.
Petinggi klub menaruh rasa hormat yang sangat besar kepada Arbeloa untuk menangani skuad utama. Ia dianggap memiliki karakter yang tepat untuk menenangkan gejolak yang sedang terjadi di internal tim.
Jalan Terjal dari Akademi Menuju Tim Utama
Menariknya, Arbeloa tercatat belum pernah memiliki pengalaman melatih klub di level senior sebelumnya. Karier kepelatihannya dimulai dari bawah, yakni menangani tim usia muda Madrid mulai dari kategori U-14 pada 2020.
Loncatan kariernya terjadi pada Mei 2025 saat ia dipercaya untuk memimpin Real Madrid Castilla. Ia mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Raul Gonzalez setelah legenda tersebut memutuskan mundur dari tim cadangan.
Catatan statistiknya bersama Castilla memang masih menjadi bahan perdebatan bagi banyak pihak. Merujuk pada data Transfermarkt, ia meraih 12 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 8 kekalahan dari 23 pertandingan.
Sempat terpuruk dengan empat kekalahan beruntun pada September lalu, Arbeloa akhirnya mampu membalikkan situasi. Ia sukses membawa timnya menang dalam 10 dari 19 laga terakhir dan menempatkan Castilla di posisi empat klasemen.
(*)
