Hari Lebaran Idulfitri 1444 H Diprediksi Beda Antara NU dan Muhammadiyah, Wapres Ma’ruf Amin Angkat Bicara
SOROTMATA.ID – Tanggal perayaan Idulfitri 1444 H atau Lebaran 2023 diprediksi akan berbeda antara Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Terkiat dengan hal ini, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin angkat bicara.
Ma’ruf Amin mengatakan, perbedaan itu lantaran beda cara ambil penetapan awal bulan 1 Syawal dan sudah berlangsung bertahun-tahun.
Orang nomor dua di RI itu lantas menyabut sudah lama dicari metode agar sama soal lebaran dan perbedaan pun menurutnya tidak masalah, tetap rukun.
“Ini sudah lama diupayakan untuk bisa bertemu tapi belum ada metode yang bisa menyatukan,” ujar Ma’ruf Amin dilansir dari Kompas.tv.
Oleh karenanya, Wapres yang juga dikenal sebagai ulama NU itu mengatakan jalur yang bisa dilakukan terkait dengan perbedaan ini adalah sikap bisa toleransi antar dua kelompok.
“Oleh karena itu, maka yang ditempuh adalah adanya sikap bisa toleransi antar dua kelompok ini,” tambahnya.
Maka dari itu, kata Wapres, masyarakat sudah legawa.
“Untuk masing-masing, ya Lebaran sesuai dengan keyakinannya dengan hitungannya. Jadi, bahasa Jawanya legowo lah. Dan itu sudah kita lakukan bertahun-tahun,” ungkap Rais Aam PBNU 2015-2018 itu.
Wapres lantas menyebut, kini NU dan Muhammadiyah sudah saling menerima soal metode penentuan 1 Syawal itu.
Untuk perayaan Idulfitri 2023 juga menurutnya sudah rukun dan saling bertoleransi di masyarakat.
“Dulu pertama memang agak konflik sedikit yang antara metode ini ribut, tapi belakangan tidak karena kita terus sosialisasi, edukasi, sekarang rukun-rukun saja,” kata Ma’ruf.
(*)
