Pemkot Samarinda

Bahas Musrenbang 2023, Andi Harun: Harus Serius, Ini Urusan Rakyat

SOROTMATA.ID – Pemerintah Kota Samarinda menggelar Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Samarinda 2022 untuk Penyusunan RKPD Tahun 2023, Kamis (31/3/2022) kemarin.

Kegiatan tersebut dilakukan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun dalam kesempatan ini memberikan arahan khusus terkait program pembangunan Kota Samarinda.

“Kita harus serius karena ini urusan rakyat,” tegas wali kota.

Orang nomor satu di Samarinda ini berharap ditahun 2023 mendatang terget pembangunan Samarinda yang juga tertuang dalam 10 program unggulan daerah sat ini dapat diwujudkan seluruhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut tentu memerlukan sinergitas.

Kuncinya adalah  saling bekerja sama mencari solusi atas sumber pendanaan kreatif.

“Saya yakin bila hal itu bisa kita lakukan dengan terus semangat, maka akan mendorong percepatan infrastruktur, pemulihan ekonomi, serta menciptakan sumber daya manusia andal pasca pandemi Covid-19. Agar tercipta value for money,” ucapnya.

Akan tetapi dalam pertemuan tersebut Wali Kota Andi Harun tampak geram melihat banyaknya peserta Musrenbang yang hadir melalui daring menunjukkan sikap ketidakaktifan dengan tidak menampakkan batang hidungnya di layar monitor.

Dengan segera ia meminta bagian protokol untuk mendata siapa-siapa saja peserta yang tak hadir. Baik tak hadir dengan alasan, tanpa alasan, maupun bergabung secara daring tapi tak benar-benar mengikuti agenda tersebut.

“Tak boleh hanya muncul di layar tapi orangnya tidak ada. Apalagi kalau pejabat utama, sudah resmi di undang, untuk membicarakan hal yang sangat fundamental dalam kegiatan pembangunan dan pemerintahan, tapi tanda dasar dan pemberitahuan memadai, ketidakhadirannya tak diketahui pimpinan,” tegasnya.

Andi Harun pun menegaskan kembali paling lambat Senin, 4 April 2022, akan menyurati pihak-pihak yang mangkir dari musrenbang tersebut. Bagi pelanggar kategori berat, langsung diberikan teguran. Sedangkan yang memiliki alasan khusus, tetap akan dibina sesuai peraturan kepegawaian.

Hal tersebut menjadi tanda bahwa Musrenbang merupakan kegiatan penting lantaran menyangkut urusan yang sangat fundamental.

Terlebih lagi dalam kelangsungan pembangunan dan pemerintahan. (Advertorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *