Ekti Imanuel Soroti IPM Rendah di Kubar dan Mahulu, Dorong Pemerataan Akses Pendidikan dan Kesehatan
SOROTMATA.ID – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ekti Imanuel, menyoroti rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) yang masih berada di posisi terbawah dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim.
Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025–2029 dan RKPD 2026 di Pendopo Odah Etam, beberapa waktu lalu.
Berdasarkan data terbaru, IPM Kubar tercatat sebesar 74,76 dan Mahulu 70,79. Menurut Ekti, kondisi ini menjadi indikator penting yang harus segera ditindaklanjuti dalam perencanaan pembangunan sumber daya manusia.
“Itu harapan kita, sinergi dengan visi misi gubernur terutama soal pendidikan dan kesejahteraan. Kalau dari provinsi sudah berjalan, karena kami yang mengawal dari RPJMD dan RKPD-nya,” ungkapnya, Selasa (6/5/2025).
Selain itu, Ekti menegaskan bahwa program-program unggulan provinsi seperti pendidikan dan kesehatan gratis di bawah payung Gratispol harus dipastikan menjangkau daerah-daerah dengan capaian IPM rendah.
Dirinya menjelaskan rencana lima tahun ke depan mencakup pembangunan sekolah unggulan dan rumah sakit di wilayah barat dan utara Kaltim.
“Gratispol nanti berjalan, juga pembangunan sekolah unggulan dan rumah sakit untuk di Kubar dan Mahulu. Kita harus pikirkan peningkatan sumber daya manusia,” jelasnya.
Politisi dari partai Gerindra itu juga mengingatkan agar kepala daerah memperhatikan kondisi riil masyarakat dalam merancang proyek pembangunan.
“IPM Kubar, Mahulu, Paser ini kepala daerah harus melihat, bukan hanya mau membuat ini dan itu. Kalo orangnya kek gitu gimana? Ini sangat penting harus diperhatikan,” pungkasnya.
(ADV/*)
