DPRD Kota Samarinda

Mahakarya Pemkot Samarinda Akan Tercipta, Novan Syahroni: Tinggal Pelaksanaan Fisik

SOROTMATA.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menargetkan untuk pembangunan terowongan Gunung Manggah Samarinda segera terlaksana.

Proyek ini upaya untuk mengurangi kemacetan di sekitar area tersebut, sekaligus menjadi  mahakarya Pemkot Samarinda periode Wali Kota Samarinda, Andi Harun dan Wakil Wali Kota Rusmadi Wongso.

Novan Syahroni Pasie, Anggota Komisi III DPRD Samarinda juga memberikan info terkait ketersediaan anggaran Proyek tersebut.

Novan, sapaan akrabnya, menyebut bahwa proyek multiyears tersebut telah melewati tahap perencanaan sehingga tinggal menunggu realisasi.

“Perencanaan nya sudah selesai dan kini tinggal pelaksanaan fisik,” ujar Novan.

Novan menjelaskan, pembangunan proyek itu nantinya akan dilaksanakan secara bertahap dengan memanfaatkan tiga sumber dana, yaitu APBD murni Pemkot Samarinda, bantuan dari Provinsi, dan bantuan dari Pemerintah Pusat.

“Memang yang pertama yang namanya multiyears ini kan bertahap, yang pertama dana APBD murni kita sendiri, terus bantuan provinsi dan bantuan pusat,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa saat ini yang baru dapat dipastikan adalah anggaran dari pemerintah kota.

Sementara anggaran dari Pemprov dan pemerintah pusat masih dalam status menunggu kejelasan.

“Kini belum bisa dipastikan itu apakah dari provinsi dan pusat sudah sesuai dengan perjanjiannya membantu proyek tersebut,” terangnya.

Lanjutnya, Novan menyampaikan bahwa Wali Kota Samarinda, Andi Harun optimis mahakarya tersebut bisa terealisasi tepat waktu.

“Nah, kalau pemkot sendiri sudah melaksanakan, dan memang pak wali juga optimis bahwa itu bisa dikerjakan tempat waktu,” ucapnya.

Proyek multiyears itu diproyeksikan akan selesai di tahun 2024, sehingga dana akan dikucurkan secara bertahap selama tiga tahun.

Dengan perkiraan akan memakan anggaran sebesar Rp 400 miliar dan berpotensi akan membengkak karena inflasi.

“Kita lihat lagi, dengan kondisi seperti ini malah bisa lebih bengkak, kenapa karena acuan harga kita 2022 ya dari kementerian PU, dengan inflasi ini mungkin PU akan mengeluarkan acuan lagi 2023, harga terbaru dan menyesuaikan kalau gak, gak ada yang mau ikut lelang,” katanya.

(advertorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *