Advetorial

Upaya Disdik Samarinda dalam Menekan Angka Stunting, Peran Lembaga Pendidikan Bakal Dilibatkan

SOROTMATA.ID, SAMARINDA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda akan melibatkan peran lembaga pendidikan dalam menekan angka stunting di Kota Tepian.

Kepala Disdik Samarinda, Asli Nuryadin mengatakan akan terapkan peran penting pencegahan stunting mulai dari jenjang PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Kelompok Bermain (playgroup), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga lembaga sejenis baik itu formal maupun non-formal.

Diketahui, Kota Samarinda telah menargetkan stunting di Kota Tepian turun menjadi 11 persen di tahun 2024.

Asli Nuryadin mengatakan, sebagai bentuk keseriusan pihaknya dalam membantu mencegah peningkatan stunting, telah dibentuk PAUD Pra Sekolah hingga PAUD Kholistik.

“Saya kira kita sudah lama menjalin komunikasi kolaborasi dengan OPD terkait, contohnya melalui PAUD. PAUD Kholistik sendiri itu keterlibatan dengan dukcapil, sosial, kesehatan segala macam,” kata Asli Nuryadin saat ditemui pada Rabu (8/3/2023).

Ia berharap agar seluruh anak di Kota Tepian bisa memasuki jenjang PAUD terlebih dahulu, sebelum menempuh jenjang SD. Terlebih mengingat jumlah PAUD yang mencapai 436 unit jumlahnya.

“Harapan kita yang pertama anak-anak itu sebelum masuk ke SD, dia masuk di PAUD. Karena paud itu cukup banyak, ada 436 se-Kota Samarinda,” ujarnya.

Lebih lanjut Aali Nuryadin menjelaskan bahwa Disdik Kota Samarinda memiliki Sekolah Siaga Kependudukan. Dimana perkawinan usia dini diminimalisir sedemikian rupa.

“Jadi bagaimana menjaga keluarga itu agar dua anak cukup. Jadi paling tidak anaknya sehat, terjaga, selain kesehatan juga terhadap pendidikannya,”ucapnya.

Ia mengatakan bawa pihaknya sudah sepakat tentang  stunting merupakan persoalan yang harus dilakukan bersama-sama.

“Kita sepakat bahwa stunting itu memang menjadi pekerjaan keroyokan, bagaimana anak-anak tadi dijaga, termasuk dalam hal perkawinan. Jadi jangan usia muda sudah kawin, dari kesehatan pun dalam pendidikan itu sudah disampaikan,”pungkasnya.

Hal ini berarti seluruh pola asuh dalam setiap keluarga direncanakan dengan baik, yang kemudian juga akan bermuara pada pencegahan stunting.

(Advertorial)

1.013 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *