INTERNASIONAL

Prancis Ingatkan Trump: Tekanan Tarif atas Isu Greenland Bisa Berbalik Menyasar Amerika Serikat

SOROTMATA.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Eropa kembali menguat setelah Prancis memperingatkan bahwa ancaman tarif Presiden Donald Trump terkait rencana pengambilalihan Greenland berpotensi menjadi bumerang bagi Washington. Paris menilai kebijakan tersebut tidak hanya berisiko memperkeruh hubungan transatlantik, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian serius bagi ekonomi Amerika Serikat sendiri.

Menteri Pertanian Prancis Annie Genevard menyatakan bahwa Uni Eropa memiliki kapasitas ekonomi dan kekuatan komersial yang cukup untuk merespons tekanan dari Washington. Ia menegaskan Eropa tidak akan tinggal diam jika Amerika Serikat menggunakan tarif sebagai alat pemaksaan politik.

“Dalam peningkatan tarif ini, Amerika Serikat juga akan banyak rugi, begitu pula para petani dan industrialisnya sendiri,” ujar Genevard kepada stasiun televisi Europe 1 dan CNews.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif impor terhadap sejumlah negara Eropa yang menolak rencana pengambilalihan Greenland, wilayah otonom Denmark di kawasan Arktik.

Prancis Tolak Tegas Pencaplokan Greenland

Pemerintah Prancis menegaskan bahwa rencana pencaplokan Greenland oleh Amerika Serikat tidak dapat  tatanan internasional terima saat ini. Annie Genevard menyatakan bahwa Eropa memiliki kewajiban moral dan politik untuk menjaga prinsip kedaulatan negara serta stabilitas kawasan.

“Jelas Eropa tidak akan membiarkan Amerika Serikat melakukan apa pun yang mereka inginkan,” tegas Genevard.

Menurut Prancis, pendekatan yang mengaitkan tekanan ekonomi dengan isu wilayah berdaulat justru berpotensi memicu ketegangan geopolitik baru. Paris menilai Greenland bukan sekadar aset strategis, melainkan wilayah dengan status hukum yang harus dihormati oleh semua pihak.

Prancis juga mengingatkan bahwa kawasan Arktik merupakan wilayah sensitif yang membutuhkan kerja sama internasional, bukan dominasi sepihak oleh satu negara.

Ancaman Tarif  Picu Efek Domino

Presiden Donald Trump sebelumnya mengumumkan rencana penerapan tarif 10 persen mulai 1 Februari terhadap seluruh barang impor dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris Raya, Belanda, dan Finlandia. Seluruh negara tersebut merupakan mitra dagang utama Amerika Serikat, sebagian besar tergabung dalam Uni Eropa.

Trump bahkan menyebut tarif akan dinaikkan menjadi 25 persen pada 1 Juni jika Eropa tidak menyetujui pengambilalihan Greenland secara penuh. Ia berdalih bahwa pulau Arktik tersebut penting bagi kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.

Namun Prancis menilai kebijakan tersebut berisiko memicu perang dagang baru. Genevard menekankan bahwa sektor pertanian dan industri Amerika Serikat akan menjadi korban langsung dari kebijakan balasan yang kemungkinan diambil Uni Eropa.

Ia menilai eskalasi tarif hanya akan memperlemah rantai pasok global dan memperburuk ketidakpastian ekonomi internasional.

Uni Eropa Siapkan Langkah Kolektif

Menanggapi ancaman tersebut, Uni Eropa menjadwalkan pertemuan luar biasa para duta besar di Brussels pada Minggu sore. Pertemuan itu bertujuan menyusun sikap bersama dan menentukan langkah strategis untuk menghadapi tekanan tarif dari Washington.

Prancis mendorong Uni Eropa untuk bersikap solid dan tidak terpecah dalam menghadapi kebijakan Amerika Serikat. Paris menilai respons kolektif akan memperkuat posisi tawar Eropa sekaligus mencegah langkah sepihak lebih lanjut.

Sejumlah pejabat Eropa menilai bahwa isu Greenland telah melampaui sekadar persoalan perdagangan. Ancaman tarif dengan pengambilalihan wilayah jadi berbahaya bagi tatanan hukum internasional.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *