BERITANASIONAL

Kapolri Ingatkan Massa Demo Tak Anarkis, Mahasiswa Gelar Aksi di Bundaran HI

SOROTMATA.ID – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto meminta masyarakat yang menggelar demonstrasi menghindari tindakan anarkis dan menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi.

Kepolisian menyiapkan pengamanan di seluruh Indonesia dengan mengutamakan pendekatan humanis, menyusul aksi Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (28/10).

“Kami berpesan tidak melakukan tindakan-tindakan yang anarkis,” ujar Suyudi kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (28/10).

Suyudi menegaskan kepolisian tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Ia meminta jajarannya mengedepankan langkah pencegahan dan pendekatan yang mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita akan tetap melakukan upaya pengamanan di seluruh Indonesia. Kita tetap mengedepankan upaya yang humanis, tetap melakukan upaya preventif, preemptif,” tuturnya.

Ia juga menegaskan komitmen kepolisian untuk menghormati penyampaian aspirasi masyarakat selama demonstrasi berlangsung.

“Dan juga tentunya kita akan tetap menghargai segala penyampaian di muka umum,” imbuhnya.

Komite SADAR Angkat Isu Kedaulatan Rakyat

Di tengah perhatian terhadap pengamanan demonstrasi, Komite SADAR menggelar aksi bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Aliansi mahasiswa tersebut kembali membawa tuntutan agar negara bertanggung jawab kepada rakyat dan melibatkan masyarakat dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.

Perwakilan Komite SADAR, Namoradiarta Siahaan, mengatakan demonstrasi tersebut merupakan kelanjutan aksi pada 20 Oktober lalu.

Ia menyebut pihaknya tetap membawa pesan mengenai pentingnya menempatkan rakyat sebagai bagian utama dalam penyelenggaraan negara.

Dalam maklumatnya, Namora menyoroti hak masyarakat untuk menentukan arah pembangunan, mengawasi anggaran, mempertahankan ruang hidup, serta menyampaikan kritik tanpa rasa takut.

“Suara rakyat harus menentukan arah pembangunan, mengawasi penggunaan anggaran, mempertahankan ruang hidup, serta menyampaikan kritik tanpa ketakutan,” ujar Namora.

Komite SADAR menghimpun mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain BEM UI, KM ITB, SEMA UGM, BEM Undip, EM UB, BEM KM Unnes, BEM Unair, dan Aliansi BEM Se-Unpad.

(*)

1.174 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *