Ketegangan AS-Iran Memanas, Trump Sebut Siap Gempur Pickaxe Mountain
SOROTMATA.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir bawah tanah Iran di kawasan Pickaxe Mountain, Natanz.
Ancaman tersebut disampaikan di tengah situasi yang kembali memburuk meski kedua negara sebelumnya telah menyepakati gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri konflik bersenjata.
Trump menyampaikan pernyataan itu saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa (21/7). Ia menegaskan bahwa militer Amerika Serikat siap melancarkan serangan ke lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan sentrifus nuklir Iran.
“Kami akan menyerang kawasan Pickaxe Mountain dalam waktu dekat, dan dengan sangat keras. Mungkin dalam waktu yang sangat dekat, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menghentikannya,” ucap Trump ketika ditanya apakah Iran telah memindahkan sentrifusnya ke Pickaxe Mountain.
Presiden AS itu mengatakan dirinya jarang mengungkapkan rencana operasi militer secara terbuka. Namun, kali ini ia merasa yakin bahwa Iran tidak lagi memiliki kemampuan untuk mengantisipasi serangan tersebut.
“Biasanya saya tidak akan mengatakan hal seperti itu. Kalau saya pikir mereka masih bisa berbuat sesuatu untuk mengatasinya, saya tidak akan pernah mengatakannya. Tetapi kami akan menyerang area itu dalam waktu dekat, dan dengan kekuatan yang sangat besar,” paparnya menambahkan.
Pickaxe Mountain Jadi Perhatian Dunia
Ancaman Trump muncul setelah laporan yang dikutip Al Jazeera menyebut Iran diduga memindahkan ribuan sentrifus pengayaan uranium ke kompleks bawah tanah Pickaxe Mountain di dekat Natanz. Pemindahan itu disebut dilakukan setelah fasilitas-fasilitas nuklir utama Iran mengalami kerusakan akibat serangan Amerika Serikat dan Israel selama konflik tahun lalu.
Keberadaan fasilitas bawah tanah tersebut menjadi perhatian karena dinilai memiliki perlindungan yang lebih kuat dibandingkan instalasi nuklir lainnya. Lokasinya yang berada di dalam pegunungan membuat Pickaxe Mountain diyakini lebih sulit dijangkau serangan udara.
Dugaan pemindahan sentrifus ke lokasi tersebut semakin memperkuat kekhawatiran Amerika Serikat dan sekutunya terhadap keberlanjutan program nuklir Iran.
Iran Ancam Balas Serangan AS
Iran langsung merespons ancaman Trump dengan memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap fasilitas nuklirnya akan dibalas. Pemerintah Teheran menegaskan seluruh kepentingan Amerika Serikat beserta negara-negara sekutunya di kawasan Timur Tengah dapat menjadi target apabila Washington benar-benar melancarkan operasi militer.
Pada Rabu (22/7), televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Markas Pusat Khatam Al Anbiya menyatakan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran akan dianggap sebagai bentuk perluasan konflik regional.
Badan militer yang mengoordinasikan angkatan bersenjata Iran pada masa perang itu juga menegaskan bahwa seluruh kepentingan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di kawasan akan menjadi sasaran militer yang sah sebagai balasan atas setiap serangan yang dilakukan terhadap Iran.
Pernyataan saling mengancam dari kedua negara kembali meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap potensi pecahnya konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Jika ancaman tersebut benar-benar diwujudkan, eskalasi diperkirakan akan berdampak pada stabilitas keamanan kawasan serta memengaruhi pasar energi dan perekonomian global.
(*)
