Soal Larangan Kepala Daerah PDIP Terima Tamu di Luar Kantor, Gibran Mengaku Kesulitan
SOROTMATA.ID – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang juga merupakan Kader PDIP memberikan tanggapan terkait aturan yang dikelaurkan partainya terkait tata cara penerimaan tamu atau tokoh oleh kepala daerah asal PDIP.
Gibran mengaku kesulitan dengan aturan tersebut. Sebab kata dia tamu-tamu yang berasal dari kabinet tidak selalu bisa diterima di balai kota.
“Kalau tamu-tamu menteri tidak selalu bisa diterima di balai kota,” ujarnya, Rabu (24/5).
Dalam beberapa kesempatan, putra sulung Presiden Joko Widodo menjamu para Menteri atau pejabat dari pusat lainnya di luar balai kota. Selain rumah dinas Loji Gandrung, Gibran juga sering menemui para menteri atau tamu penting lainnya di rumah makan, hotel hingga tempat wisata.
Gibran juga mengataka dirinya tidak pernah menerima ketua umum partai di luar PDIP sebagai tamunya. Namun saat wartawan menyebut nama Giring Ganesha yang juga Ketua Umum PSI, Gibran berkilah.
“Mas Giring itu menemui saya sebagai sahabat. Pak Prabowo, pak Airlangga, saya menerima beliau-beliau sebagai menteri. Bukan ketua umum partai,” tukasnya.
Gibran mengaku heran jika ada ketua umum partai yang menemuinya. Padahal sebagai kader baru, ia tidak mempunyai pengaruh di partai.
“Saya ini bukan siapa-siapa, saya tidak menentukan apa-apa. Saya itu kader biasa kok, ngapain ketemu saya,” pungkasnya.
Sebelumnya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP melarang kepala daerah dari kadernya menerima tamu sembarangan buntut pertemuan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan partainya kini akan meminta kadernya yang jadi kepala daerah untuk tidak sembarangan menerima tamu.
Kata Hasto, tamu kepala daerah kader PDIP hanya boleh diterima di kantor dan hanya untuk kepentingan pekerjaan.
“Dengan berbagai kejadian-kejadian terakhir tadi, kemudian kami berdiskusi, oh gitu nanti kalau ada tamu-tamu ya akan diterima secara resmi di kantor,” kata Hasto di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (22/5).
“Sehingga segala sesuatunya itu memang berkaitan dengan kemajuan wilayah yang dipimpinnya,” imbuh dia.
(*)
