Gugat KPU Buntut Tak Lolos Peserta Pemilu 2024, Partai Berkarya Justru Ditinggal Kadernya
SOROTMATA.ID – Partai Berkarya menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.
Hal ini dilakukan Partai Berkarya buntut tak lolos sebagai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Dilansir dari laman PN Jakarta Pusat, gugatan itu didaftarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Berkarya pada Selasa (4/4). Gugatan telah teregister dengan perkara Nomor 219/Pdt.G/2023/PN Jkt.Pst.
“Menyatakan Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana telah ditegaskan dalam Pasal 1365 KUHPerdata,” bunyi salah satu petitum Partai Berkarya.
Namun ditengah gugatannya, Partai Berkarya justru ditinggal sebagaian kadernya.
Sebagian kader Partai Berkarya malah pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bukan hanya itu, bahkan kantor Partai Berkarya pun sekalian “diserahkan” ke PSI.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Badaruddin Andi Picunang mengatakan, partainya mengambilalih kantor DPW Partai Berkarya Jakarta.
Bekas kantor Berkarya itu dimanfaatkan oleh PSI lantaran sebagian besar kader Berkarya pindah ke PSI. Kantor yang berada di kawasan Tebet, Jakarta Selatan itu, berubah menjadi kantor Sekretariat Dewan Pertimbangan Nasional PSI.
“Eks kantor DPW Berkarya DKI Jakarta sekarang kita manfaatkan. Karena kan Berkarya ini tidak lolos. Sebagian besar pengurusnya dan anggotanya gabung ke PSI,” ujar Badaruddin saat ditemui dalam peresmian Sekretariat Dewan Pertimbangan Nasional PSI, Jakarta Selatan, Jumat (7/4/2023).
Sekretaris Dewan Pembina PSI yang juga Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni tampak ikut hadir dalam peresmian sekretariat tersebut. Raja mengatakan, sekretariat ini akan menjadi kantor PSI untuk berjuang dalam memenangkan Pemilu 2024.
“Ini sangat penting, karena ini adalah bekas kantor Partai Berkarya. Ini juga sekaligus memberikan simbol, teman-teman Berkarya yang memang tidak bisa lagi ikut pemilu yang akan datang, akan bergabung memperjuangkan nilai-nilai kebaikan yang selama ini diperjuangkan PSI,” kata Raja Juli.
(*)
