Sisa Kuota SPMB SD dan SMP di Samarinda Masih Tersedia, Pemkot Tegaskan Tidak Ada Gelombang Kedua
SOROTMATA.ID – Pemerintah Kota Samarinda terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan transparan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memimpin langsung rapat evaluasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD dan SMP yang digelar di Anjungan Karangmumus Balaikota pada Senin (7/7).
Dalam pertemuan tersebut, terungkap masih adanya ribuan kursi kosong yang belum terisi di sejumlah sekolah negeri di kota ini.
Sisa kuota dari daya tampung sekolah untuk jenjang SD, dari total daya tampung 12.118 siswa, baru terisi 9.886, menyisakan 2.322 kursi. Sementara untuk SMP, dari 10.004 kuota, terisi 9.211 siswa, menyisakan 962 kursi.
Wali Kota menegaskan bahwa tidak akan ada pembukaan gelombang kedua dalam proses penerimaan murid tahun ini. Menurutnya, pengisian sisa kuota akan dilakukan melalui mekanisme yang tetap mengedepankan prinsip transparansi, keadilan, dan akuntabilitas.
“Kita tidak membuka gelombang kedua. Ini bukan penerimaan ulang, melainkan pemanfaatan sisa kuota yang belum terpenuhi,” tegas Andi Harun.
Andi Harun menekankan bahwa proses ini tetap harus mengikuti prinsip-prinsip seleksi awal tanpa adanya titip-titipan atau praktik curang.
Menurutnya, sisa kuota ini bukan disebabkan sekolah favorit semata, melainkan karena faktor zonasi dan domisili yang ketat.
“Yang menyebabkan sisa kuota ini lebih karena aturan domisili sejak awal kita umumkan daya tampung maksimal sesuai aturan Kementerian Pendidikan,” jelasnya.
Wali kota juga memerintahkan penyusunan petunjuk teknis (juknis) baru terkait pemanfaatan sisa kuota dengan beberapa syarat tambahan. Salah satunya adalah mendahulukan siswa yang sudah mendaftar namun tidak lolos pada seleksi pertama.
“Tidak boleh ada perpindahan siswa yang sudah diterima di sekolah tertentu tidak boleh mendaftar lagi di tempat lain,” ujarnya.
Andi Harun menegaskan bahwa seluruh proses harus dilakukan terbuka dan transparan.
“Posko pengaduan masih terbuka jika ada yang menemukan praktik curang, silakan laporkan dengan bukti yang kuat. Kami akan tindak tegas,” imbuhnya.
Orang nomor satu di Kota Samarinda ini juga menyampaikan bahwa distribusi buku pelajaran untuk siswa SD dan SMP negeri sudah berjalan.
“Di Samarinda tidak boleh lagi ada penjualan buku ke siswa. Pemerintah sudah menyediakan buku gratis untuk seluruh siswa SD dan SMP negeri,” pungkasnya.
(tim redaksi/*)
