INTERNASIONAL

Kanada Akan Akui Negara Palestina pada Sidang Umum PBB ke-80

SOROTMATA.ID – Pemerintah Kanada secara resmi menyatakan niatnya untuk mengakui Negara Palestina dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 yang akan diselenggarakan pada September 2025.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Mark Carney pada Rabu (30/7) waktu setempat.

Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam kebijakan luar negeri Kanada, sekaligus memperkuat dukungan terhadap upaya pembentukan negara Palestina yang merdeka dan diakui secara internasional.

“Kanada bermaksud mengakui Negara Palestina pada Sidang Umum PBB ke-80 pada bulan September 2025,” kata Carney dikutip AFP.

 Carney mengatakan, negaranya telah lama berkomitmen pada solusi dua negara, di mana Palestina dan Israel harus hidup berdampingan.

“Selama beberapa dekade, diharapkan hasil ini akan tercapai sebagai bagian dari proses perdamaian yang dibangun di sekitar penyelesaian yang dinegosiasikan antara pemerintah Israel dan Otoritas Palestina,” sambungnya.

Langkah pemerintah Kanada ini mendapat kecaman keras dari Pemerintah Israel.

“Perubahan dalam posisi pemerintah Kanada saat ini adalah hadiah bagi Hamas dan membahayakan upaya untuk mencapai gencatan senjata di Gaza dan kerangka kerja untuk pelepasan sandera,” tulis Kementerian Luar Negeri Israel dalam unggahan di media sosial X, dilansir media The Times of Israel, Kamis (31/7/2025).

Iddo Moed, Duta Besar Israel untuk Kanada, mengatakan bahwa Israel “tidak akan tunduk pada kampanye tekanan internasional yang menyimpang terhadapnya.”

“Kami tidak akan mengorbankan keberadaan kami dengan mengizinkan pengakuan negara jihadis di tanah leluhur kami yang mengupayakan penghancuran kami,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Mengakui negara Palestina di tengah tidak adanya pemerintahan yang bertanggung jawab, lembaga yang berfungsi, atau kepemimpinan yang baik, berarti memberi penghargaan dan melegitimasi kebiadaban Hamas yang mengerikan,” lanjut Moed. “Ini menghukum warga Israel dan Palestina yang menjadi korban Hamas, dan membenarkan Hamas,” ujarnya.

(*)

1.025 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *