Majukan Olahraga Panahan di Kaltim, Dispora Ajak Dukungan dari Perusahaan dan Korporasi
SOROTMATA.ID – Kejuaraan Open Panahan Piala Gubernur Kaltim yang digelar di Stadion Gelora Kadrie Oening, resmi ditutup pada Minggu (22/6/2025).
Penutupan ini dihadiri Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga (PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading.
Dalam kesempatan itu ia mengatakan, Kaltim sejatinya memiliki banyak atlet yang berpotensi di bidang panahan. Namun demikian perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
“Cabor panahan semakin banyak yang mengincar di seluruh Indonesia bahkan di luar negeri karena didukung oleh korporasi pemerintahan, dan para orang tuanya militan mengikuti perkembangan prestasi anaknya,” ujar Rasman.
Diketahui, Kejuaraan Open Panahan Piala Gubernur Kaltim berlangsung selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Juni 2025.
Kejuaraan ini diikuti oleh atlet dari berbagai kategori usia, mulai dari junior hingga senior. Para atlet menunjukkan semangat juang tinggi, tetap bertanding dalam kondisi cuaca hujan maupun panas.
Untuk mendukung olahraga panahan di Kaltim, Rasman mengajak perusahaan dan korporasi di Kaltim untuk berperan aktif sebagai bapak asuh bagi para atlet panahan, khususnya dalam mendukung pembinaan dan partisipasi dalam kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.
“Dan kita berharap perusahaan/korporasi di Kaltim minimal menjadi bapak asuh bagi Kaltim karena kejuaraan panahan diselenggarakan di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Ajakan tersebut, lanjut Rasman, didasari pada realita bahwa pemerintah tidak bisa menjadi satu-satunya sumber pembiayaan pembinaan olahraga.
Terlebih, banyak perusahaan beroperasi di Kaltim yang memanfaatkan sumber daya daerah.
“Kalau hanya mengharapkan pemerintah terus, sedangkan mereka (perusahaan/korporasi) terus eksplorasi di Kalimantan Timur,” jelasnya.
Dalam kejuaraan tersebut, juga diumumkan para juara umum dan Kejurprov. Rasman menekankan pentingnya keberlanjutan pembinaan atlet yang bisa diwujudkan melalui kompetisi.
“Kita jangan sampai mematikan pembinaan atlet, salah satunya melalui kejuaraan. Karena tak ada kejuaraan maka tak ada gunanya,” tegasnya.
(ADV)
